Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. ( Foto: Istimewa )

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. ( Foto: Istimewa )

Produsen Vaksin Covid Diminta Prioritaskan Negara Miskin

Senin, 2 Agustus 2021 | 07:14 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

JENEWA, investor.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Dana Moneter Internasional (IMF), dan Bank Dunia mengeluarkan pernyataan bersama pada Sabtu (31/7), yang isinya meminta para produsen vaksin Covid-19 untuk memprioritaskan dosis bagi negara-negara miskin guna memerangi kekurangan akut yang mengkhawatirkan.

Pernyataan bersama dari empat lembaga internasional itu menyebutkan, bahwa negara-negara yang sudah berjalan jauh dalam hal memberikan vaksinasi harus merilis dosis vaksin dengan cepat untuk memasok ke negara-negara yang kurang beruntung.

“Kami menegaskan kembali urgensi menyediakan akses ke vaksin, tes, dan perawatan Covid-19 kepada rakyat di seluruh negara berkembang,” demikian pernyataan mereka, yang dikutip AFP.

Di bidang vaksin, kendala utamanya adalah kekurangan pasokan dosis yang akut dan mengkhawatirkan untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, terutama di sisa 2021.

“Kami menyerukan kepada negara-negara dengan program vaksinasi Covid-19 tingkat lanjut untuk merilis dosis sesegera mungkin, dan opsi vaksin yang mereka kontrakkan kepada Covax, AVAT (African Vaccine Acquisition Trust), serta negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah,” kata keempat lembaga dunia itu.

Sebagai informasi, Covax bertujuan mendapatkan vaksinasi yang didanai donor ke negara-negara miskin.

Para pemimpin organisasi internasional mengungkapkan, kontrak pengiriman vaksin untuk negara-negara miskin tengah tertunda dan masih kurang 5% dari dosis vaksin yang dibeli telah dikirimkan.

“Kami mendesak produsen vaksin Covid-19 untuk melipatgandakan upaya-upaya mereka demi meningkatkan produksi vaksin khusus bagi negara-negara ini, serta untuk memastikan bahwa pasokan dosis vaksin ke Covax, dan negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah lebih diutamakan daripada promosi booster (vaksin penguat) dan kegiatan lainnya,” kata mereka.

Empat lembaga internasional itu juga meminta pemerintah untuk mengurangi atau menghilangkan hambatan ekspor vaksin dan semua bahan baku yang terlibat dalam produksinya, sekaligus menyampaikan ada kebutuhan mendesak untuk mengatasi kemacetan rantai pasokan.

Empat organisasi dunia telah membentuk satuan tugas gabungan untuk vaksin, terapi, dan diagnostik Covid-19 bagi negara-negara berkembang guna mengidentifikasi dan menyelesaikan hambatan produksi. Satuan tugas ini telah mengadakan pertemuan pertamanya pada 30 Juni.

Menurut hitungan AFP, kini sudah lebih dari empat miliar dosis vaksin Covid-19 yang telah diberikan secara global. Sedangkan di negara-negara yang dikategorikanberpenghasilan tinggi oleh Bank Dunia, sudah memvaksinasi 98,2 dosis per 100 orang. Jumlah ini turun menjadi 1,6 per 100 di 29 negara berpenghasilan terendah.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN