Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi serangan siber (cyberattacks). ( Foto: wall-street.com )

Ilustrasi serangan siber (cyberattacks). ( Foto: wall-street.com )

Eksploitasi Celah Keamanan, Peretas Curi Kripto Senilai US$ 600 Juta

Kamis, 12 Agustus 2021 | 06:08 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

GUANGZHOU, investor.id – Poly Network menyampaikan bahwa asetnya yang berupa mata uang kripto (cryptocurrenccy) senilai lebih dari US$ 600 juta telah dicuri oleh para peretas. Kasus pencurian mata uang kripto yang kemungkinan terbesar ini terjadi dengan mengeksploitasi celah keamanan di Poly Network.

Poly Network – sebagai platform penghubung berbagai blockchain yang memungkinkan untuk dapat bekerja sama – itu mengungkap serangan yang dialami di Twitter pada Selasa (10/8). Mereka telah meminta untuk menjalin komunikasi dengan para peretas, dan mendesaknya agar mengembalikan aset yang diretas.

Sebagai informasi, blockchain semerupakan buku besar berisi kegiatan-kegiatan yang menjadi dasar berbagai mata uan kripto. Setiap koin digital memiliki blockchain sendiri dan mempunyai perbedaan satu sama lain. Poly Network mengklaim dapat membuat berbagai blockchain ini bekerja satu sama lain.

“Jumlah uang yang Anda retas adalah yang terbesar dalam sejarah defi (decentralized finance),” demikian cuitan lain Poly Network, yang dikutip CNBC pada Rabu (11/8).

Menurut laporan, setelah peretas mencuri uang, mereka mulai mengirimkannya ke berbagai alamat mata uang kripto lainnya. Sementara itu, para peneliti di perusahaan keamanan SlowMist menyebutkan bahwa total mata uang kripto senilai lebih dari US$ 610 juta telah ditransfer ke tiga alamat berbeda.

Poly Network pun mendesak penukaran mata uang kripto ke “token daftar hitam” yang berasal dari alamat yang ditautkan ke peretas.

Menurut penerbit stablecoin ada sekitar US$ 33 juta mata uang kripto Tether, yang merupakan bagian dari pencurian, telah dibekukan.

Di sisi lain, Chief Executive Officer (CEO) mata uang kripto Binance, Changpeng Zhao mengatakan telah mengetahui adanya serangan itu. Dia menuturkan, Binance telah berkoordinasi dengan semua mitra keamanannya untuk secara proaktif membantu, tetapi tidak dapat menjamin.

“Kami akan mengambil tindakan hukum dan kami mendesak para peretas untuk mengembalikan aset,” cuit Poly Network di Twitter.

Sedangkan SlowMist dalam cuitan di akun Twitternya mengatakan bahwa para peneliti mereka telah mengetahui mailbox penyerang, alamat IP, dan sidik jari perangkat serta melakukan pelacakan terhadap dugaan petunjuk identitas yang terkait dengan penyerang Poly Network.

Para peneliti menyimpulkan bahwa pencurian itu kemungkinan merupakan serangan yang telah lama direncanakan, terorganisir dan telah disiapkan. Ini mengingat DeFi menjadi target utama serangan.

Menurut perusahaan kepatuhan mata uang kripto, CipherTrace, sejak awal tahun hingga Juli, kasus peretasan terkait DeFi telah mencapai nilai US$ 361 juta. Angka ini meningkat hampir tiga kali lipat dari sepanjang 2020.

Kasus penipuan terkait DeFi juga menunjukkan peningkatan. Bahkan dalam tujuh bulan pertama tahun ini, kasusnya menyumbang 54% dari total volume penipuan kripto dibandingkan catatan 3% selama tahun lalu.

Sebagai informasi, Poly Network adalah platform keuangan terdesentralisasi (decentralized finance /DeFi). DeFi adalah istilah luas yang mencakup aplikasi keuangan berdasarkan teknologi blockchain yang tampaknya bertujuan menghilangkan adanya perantara, seperti pialang dan bursa. Oleh karena itu, platform ini disebut terdesentralisasi.

Menurut para pendukung, platform itu dapat membuat aplikasi keuangan seperti meminjamkan atau meminjam lebih efisien dan lebih murah.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN