Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tenaga kesehatan Nyree Morales memakai masker bertuliskan Saya sudah mendapatkan Vaksin Covid-19, dalam kegiatan vaksinasi komunitas di QueensCare Health Center, sebuah lingkungan yang didominasi warga Latin di Los Angeles, California, pada 11 Agustus 2021. ( Foto: ROBYN BECK / AFP )

Tenaga kesehatan Nyree Morales memakai masker bertuliskan Saya sudah mendapatkan Vaksin Covid-19, dalam kegiatan vaksinasi komunitas di QueensCare Health Center, sebuah lingkungan yang didominasi warga Latin di Los Angeles, California, pada 11 Agustus 2021. ( Foto: ROBYN BECK / AFP )

Varian Delta

Masalah Wajib Masker di AS Mengemuka Lagi

Kamis, 12 Agustus 2021 | 06:59 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Lonjakan kasus virus corona Covid-19 baru-baru ini yang didorong oleh varian delta telah kembali memicu kontroversi politik seputar wajib memakai masker di Amerika Serikat (AS). Bahkan ada sejumlah gubernur negara bagian yang menentang semua langkah terkait pandemi Covid-19, termasuk kewajiban memakai masker, meskipun ini adalah saran dari otoritas kesehatan.

Perselisihan itu pun terasa akrab dan mengingatkan kembali di hari-hari awal pandemi Covid menyerang, yakni ketika masker menjadi simbol afiliasi politik di AS. Bentrokan yang dipimpin oleh presiden saat itu, Donald Trump, kemudian menjadi sebuah kebanggaan untuk dapat dilihat tanpa masker.

Lebih dari setahun kemudian, subjek permasalahan itu kembali menjadi sangat sensitif di saat tahun ajaran baru kian mendekat. “Hal ini harus menjadi sesuatu yang akhirnya diputuskan oleh para orang tua. Kami akan melakukan apa pun yang kami bisa untuk membela hak-hak para orang tua,” ujar Gubernur Florida Ron DeSantis dari Republik pada Selasa (10/8), setelah melarang sekolah-sekolah di wilayah negara bagiannya mewajibkan para siswa memakai masker.

Tetapi beberapa distrik sekolah di Florida telah mengumumkan rencana menentang perintah gubernur dan tetap mewajibkan masker. Sebagai tanggapan, DeSantis mengancam bakal memangkas anggaran sekolah-sekolah itu atau bahkan menangguhkan gaji para pejabat sekolah.

“Bahwa seorang gubernur memiliki wewenang untuk mengatakan, 'Anda tidak dapat melakukan itu' – menurut saya, itu benar-benar berlawanan dengan intuisi dan terus terang tidak jujur,” kata Presiden Joe Biden merespons ancaman itu pada Selasa, yang dikutip AFP.

Penyebaran Virus Tinggi

Di sisi lain, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) menyampaikan kepada warga negara Amerika yang telah divaksinasi pada Mei, bahwa risiko tertular atau menyebarkan Covid-19 cukup rendah sehingga mereka tidak perlu lagi memakai masker.

Kemudian pada awal Juli, CDC meyakinkan para orang tua bahwa langkah tersebut juga akan berlaku bagi anak-anak yang divaksinasi mulai tahun ajaran baru, yang biasanya dimulai pada Agustus atau September.

Tetapi rekomendasi yang diberikan saat itu belum memperhitungkan masuknya varian Delta yang sangat menular. Juga belum menjelaskan fakta, bahwa baru sekitar setengah dari total populasi Amerika yang saat ini telah divaksinasi lengkap. Sementara itu, anak-anak usia di bawah 12 tahun belum memenuhi syarat untuk divaksinasi.

Alhasil pada akhir Juli, penggunaan masker kembali dianjurkan saat berada di dalam ruangan. Bahkan untuk masyarakat yang telah divaksinasi, berada di daerah dengan tingkat penyebaran Covid tinggi. Yang mana saat ini mencakup sekitar 90% negara.

Otoritas kesehatan melatari rekomendasi mereka pada data yang menunjukkan, bahwa masyarakat yang telah divaksinasi lalu terinfeksi varian delta dapat menyebarkan virus lebih mudah, daripada mereka yang terinfeksi varian sebelumnya. Sekarang, banyak tempat usaha yang juga kembali mengharuskan memakai masker.

Walmart, perusahaan ritel terbesar di AS pun telah memberlakukan kembali wajib pakai masker untuk para karyawan selang 2,5 bulan setelah memberi tahu bahwa pekerja yang telah divaksinasi tidak harus memakainya.

Tenaga kesehatan Nyree Morales memakai masker bertuliskan Saya sudah mendapatkan Vaksin Covid-19, dalam kegiatan vaksinasi komunitas di QueensCare Health Center, sebuah lingkungan yang didominasi warga Latin di Los Angeles, California, pada 11 Agustus 2021. ( Foto: ROBYN BECK / AFP )
Tenaga kesehatan Nyree Morales memakai masker bertuliskan Saya sudah mendapatkan Vaksin Covid-19, dalam kegiatan vaksinasi komunitas di QueensCare Health Center, sebuah lingkungan yang didominasi warga Latin di Los Angeles, California, pada 11 Agustus 2021. ( Foto: ROBYN BECK / AFP )

Ibarat Dua Negara

Menurut laporan, pandemi saat ini tergolong sangat parah melanda AS bagian tenggara, yang juga merupakan wilayah dengan persentase penduduk yang divaksinasi terendah.

“Masyarakat yang tidak divaksinasi cenderung tidak memakai masker. Kami tidak memiliki dukungan dari orang-orang yang membutuhkan bantuan,” tutur Pakar Kesehatan Masyarakat dari Northwell Health, Eric Cioe-Pena kepada AFP.

Di Arkansas, Gubernur Asa Hutchinson dari Republik memberlakukan wajib masker selama puncak pandemi musim dingin lalu. Tetapi dia mencabutnya ketika kasus-kasus mulai turun. Dan di bawah tekanan dari pemerintah daerah yang sangat konservatif, ia diminta menandatangani undang-undang yang melarang kewajiban masker diberlakukan lagi.

“Kalau dipikir-pikir, saya berharap itu tidak menjadi undang-undang,” pungkas Hutchinson di awal bulan ini.

Di akun Twitternya pada Senin (9/8), Hutchinson memberi tahu para pengikutnya tentang jumlah penderita Covid yang menjalani rawat inap di negara bagiannya. Ia juga memperingatkan bahwa hanya tersisa 8 tempat tidur di ruang ICU.

Sementara para gubernur Partai Republik di Texas dan Arizona telah mengikuti jejak Florida; negara-negara bagian yang dikuasai Demokrat, seperti New York dan Illinois telah memberlakukan wajib masker bagi semua siswa.

“Kita berperilaku seolah-olah mereka adalah dua negara. Dan bagian yang menyedihkan adalah mereka tidak melakukannya padahal apa yang terjadi di Selatan akan memengaruhi Utara. Dengan anak-anak yang tidak divaksinasi di ruang kelas, jika Anda menghilangkan politik maka cara yang lebih aman adalah dengan memvaksinasi semua orang di sekitar mereka yang memenuhi syarat. Dan Anda memerlukan masker,” ujar Nahid Bhadelia, direktur Pusat Kebijakan dan Penelitian Penyakit Menular Baru (Center for Emerging Infectious Diseases Policy and Research) di Boston University, kepada AFP

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN