Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO Johnson & Johnson (J&J) Alex Gorsky akan menyerahkan tampuk kepemimpinan perusahaan kepada Joaquin Duato, pada Januari mendatang. ( Foto: MANDEL NGAN / AFP )

CEO Johnson & Johnson (J&J) Alex Gorsky akan menyerahkan tampuk kepemimpinan perusahaan kepada Joaquin Duato, pada Januari mendatang. ( Foto: MANDEL NGAN / AFP )

Johnson & Johnson Umumkan CEO Baru

Sabtu, 21 Agustus 2021 | 07:12 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – Alex Gorsky akan mengundurkan diri sebagai chief executive officer (ceo) Johnson & Johnson (J&J) pada Januari mendatang. Gorsky pun menyerahkan tampuk kepemimpinan perusahaan kepada Joaquin Duato, yang juga sudah lama menjabat sebagai eksekutif perusahaan itu. Demikian pengumuman yang disampaikan perusahaan yang bergerak di bidang perawatan kesehatan tersebut pada Kamis (19/8) waktu setempat.

Duato, yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua komite eksekutif perseroan, akan bergabung dalam jajaran direksi perseroan.

“Saya merasa terhormat untuk menjabat sebagai CEO Johnson & Johnson berikutnya. Ketika dunia terus menghadapi tantangan kesehatan yang signifikan, termasuk pandemi yang sedang berlangsung, saya terinspirasi oleh peluang Johnson & Johnson untuk memainkan peran kunci dalam meningkatkan lintasan global kesehatan manusia secara bermakna,” ujar Duato dalam siaran pers yang dikutip AFP.

Menurut siaran pers, Gorsky – yang menjabat sebagai ceo sejak 2012 – mengundurkan diri karena alasan kesehatan keluarga. Meski demikian, dia masih akan menjadi sebagai chairman eksekutif.

“Sebagai CEO J&J, Gorsky berperan mengawasi pengembangan vaksin Covid-19 tunggal produksi perusahaannya. Masa jabatannya juga bertepatan dengan peningkatan 60% dalam hal penelitian dan pengembangan,” demikian pernyataan perusahaan itu.

Baru-baru ini Gorsky juga telah memimpin penyelesaian kasus opioid atau obat pereda nyeri dengan negara bagian AS, di mana perusahan setuju untuk membayar hingga US$ 5 miliar selama sembilan tahun. Di samping itu, perusahaan masih menghadapi litigasi dari para penggugat yang telah menggugat J&J, atas tudingan produk bedak sebahai menyebabkan kanker.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN