Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Masyarakat berjalan di landasan setelah turun dari pesawat angkut militer Airbus A400M di pangkalan udara militer Prancis 104 Al Dhafra, dekat Abu Dhabi, pada 23 Agustus 2021. Pesawat itu mengevakuasi warga Afghanistandari Kabul sebagai bagian dari operasi Apagan. ( Foto: BERTRAND GUAY / AFP )

Masyarakat berjalan di landasan setelah turun dari pesawat angkut militer Airbus A400M di pangkalan udara militer Prancis 104 Al Dhafra, dekat Abu Dhabi, pada 23 Agustus 2021. Pesawat itu mengevakuasi warga Afghanistandari Kabul sebagai bagian dari operasi Apagan. ( Foto: BERTRAND GUAY / AFP )

Evakuasi Terus Berlangsung di Afghanistan

Senin, 23 Agustus 2021 | 06:35 WIB
Iwan Subarkah (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

KABUL, investor.id – Hingga berita ini diturunkan pada Minggu (22/8) evakuasi puluhan ribu warga Afghanistan dan warga negara-negara lainnya dari Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul terus berlangsung. Satu pekan setelah Taliban merebut kembali kekuasaan di negara tersebut.

Berikut ini adalah perkembangan terakhirnya seperti disarikan oleh AFP:

- Tujuh Orang -

Kementerian Pertahanan Inggris pada Minggu melaporkan tujuh warga Afghanistan meninggal dalam kekacauan di bandara Kabul. Tapi tidak memberi penjelasan lebih lanjut. Sky News pada Sabtu (21/8) menayangkan setidaknya tiga jenazah ditutupi terpal putih di luar bandara.

Sky News melaporkan bahwa mereka tewas karena terinjak-injak. Laporan lain menyebutkan karena dehidrasi dan ketakutan.

- Secara Matematis -

Pihak AS sejak 14 Agustus 2021 sudah mengevakuasi sekitar 17.000 orang. Presiden AS Joe Biden mengatakan kepada ABC bahwa pihaknya berencana mengevakuasi 10.000-15.000 warga negara AS. Dan berharap bisa melakukan hal sama terhadap warga Afghanistan ya

ng sekutu beserta anggota keluarganya, yang jumlahnya diperkirakan mencapai 50.000-65.000 orang.

Tekanannya semakin besar agar Biden memperpanjang batas waktu untuk merampungkan misi evakuasi ini. Yang ditetapkan pada 31 Agustus 2021. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Josep Borrell mengatakan, secara matematis mustahil untuk mengevakuasi sekian banyak orang hingga batas waktu tersebut.

- Dukung Perpanjangan -

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mendukung perpanjangan masa evakuasi tersebut. Menurut dia, tidak ada satu negara pun yang akan sanggup mengangkut semua orang yang harus dievakuasi hingga batas waktu 31 Agustus 2021.

“Warga AS mungkin akan diperbolehkan tinggal lebih lama, dan jika begitu adanya kami akan mendukung penuh,” tulis Wallace di surat kabar Mail, Minggu.

- Lahir di Udara -

Seorang perempuan Afghanistan dilaporkan melahirkan bayinya di atas pesawat militer yang mengevakuasinya ke pangkalan di Jerman.

Komando Bergerak Udara AS melaporkan bahwa dalam penerbangan pada Sabtu itu, seorang ibu hendak melahirkan dan mulai mengalami komplikasi. Komandan pesawat memutuskan untuk menurunkan ketinggian supaya tekanan udara di pesawat naik sehingga mampu menstabilkan dan menyelamatkan nyawa sang ibu beserta bayinya yang lahir perempuan tersebut.

- Salahkan AS -

Taliban pada Minggu menyalahkan AS atas kekacauan di bandara Kabul. “Amerika dengan seluruh kekuatan dan fasilitasnya tidak mampu mengatasi keadaan di bandara. Di seluruh penjuru negeri situasinya tenang dan damai. Hanya di bandara yang kacau,” ujar juru bicara Taliban Amir Khan Mutaqi.

- Ada Ancaman -

Bandara Kabul saat ini diamankan 6.000 pasukan AS bersenjata lengkap. Tapi Taliban menguasai jalan-jalan di sekitarnya dan dilaporkan mencegat warga Afghanistan yang hendak ke bandara.

Pemerintah AS memerintahkan warganya untuk tidak ke bandara karena ada potensi ancaman-ancaman keamanan di dekat pintu masuknya.

- Negara-Negara Teluk -

Lebih dari 7.000 orang telah dievakuasi ke Qatar dan 8.500 lainnya ke Uni Emirat Arab (UEA). Dubes AS di Kuwait mengatakan negara tersebut mengizinkan masuk 850 warga AS dan staf diplomatik.

- Pangkalan Spanyol -

Pemerintah Spanyol dan AS pada Minggu mengumumkan dua pangkalan militer Spanyol di Moron dan Rota akan dipakai untuk menampung warga Afghanistan yang sekutu AS, sebagai transit sebelum berangkat ke tujuan-tujuan sebenarnya.

- Evakuasi Warga Eropa -

Sebuah pesawat militer mengangkut 211 orang mendarat di Roma, Italia, pada Minggu. Pesawat lainnya terbang menuju Kuwait, dan tiga lainnya terbang pada Minggu untuk mengevakuasi warga Afghanistan.

Inggris telah mengevakuasi hampir 4.000 orang sejak 13 Agustus dengan bantuan lebih dari 1.000 pasukan. Denmark menyatakan telah mengevakuasi 450 orang, termasuk sekitar 30 penerjemah asal Afghanistan.

Sebuah pesawat yang mengangkut 46 staf dari Spanyol dan 64 dari AS mendarat di Spanyol pada Sabtu. Dua pesawat militer Spanyol juga meninggalkan Kabul pada Minggu menuju Dubai dengan mengangkut 177 orang, sebanyak 110 warga AS dan 67 warga AS.

Austria menyatakan setidaknya delapan warganya sudah dievakuasi. Puluhan lainnya termasuk warga Afghanistan yang memiliki izin tinggal di Austria masih menunggu.

Bulgaria menyatakan 20 warganya telah dievakuasi. Sedangkan Rumania menyebutkan lebih dari 45 warganya yang telah dievakuasi. Adapun Hungaria menyebutkan telah mengevakuasi sedikitnya 26 warganya dari Kabul.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN