Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Kamala Harris. ( Foto: EVELYN HOCKSTEIN / POOL / AFP )

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Kamala Harris. ( Foto: EVELYN HOCKSTEIN / POOL / AFP )

Wapres AS Serukan Kerja Sama Atasi Kelangkaan 'Chip'

Rabu, 25 Agustus 2021 | 06:31 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

SINGAPURA, investor.id – Wakil Presiden (Wapres) Kamala Harris mendesak agar dilakukan kerja sama internasional yang lebih besar untuk meningkatkan rantai pasokan, mengingat Amerika Serikat (AS) sedang berusaha mengatasi kekurangan pasokan microchip global. Demikian pernyataan yang disampaikan saat menggelar pembicaraan di Singapura pada Selasa (24/8).

Sebagai informasi, Asia merupakan pusat industri chip dan selama lawatan perdananya ke Singapura, Harris menyampaikan dalam pertemuan dengan para pejabat dan eksekutif bahwa pandemi menyoroti kerentanan rantai pasokan global.

Advertisement

“Ketika kita melihat gangguan pada rantai pasokan, ini adalah masalah yang mengharuskan semua negara untuk bekerja sama dan berkoordinasi. Jadi harus ada beberapa kolaborasi, dan setidaknya beberapa koordinasi, seputar apa yang kita lakukan untuk memenuhi permintaan,” ujar dia, yang dikutip AFP.

Krisis chip awalnya dipicu oleh penjualan elektronik konsumen yang lebih tinggi selama pandemi virus corona Covid-19. Tetapi situasinya menjadi lebih parah karena masalah rantai pasokan yang disebabkan oleh gangguan di pabrik-pabrik utama.

Sektor otomotif pun menjadi yang paling terpukul, di mana raksasa-raksasa produsen mobil termasuk Volkswagen dan Toyota memangkas produksi. Bahkan produsen ponsel pintar (smartphone) dan konsol sudah memperingatkan tentang masalah yang bakal timbul dari kekurangan chip.

Pandemi Covid-19 juga telah memukul rantai pasokan dengan mengganggu jaringan pengiriman global yang vital. Kekurangan chip ini telah memicu seruan di negara-negara Barat untuk memperkuat industri semikonduktor domestik mereka demi melindungi dari guncangan di masa depan.

Menanggapi pernyataan Harris pada Selasa, Menteri Perdagangan Singapura Gan Kim Yong memperingatkan, “ada batasan dan tantangan untuk apa yang dapat dilakukan suatu negara sendiri Rantai pasokan elektronik dan semikonduktor sangat kompleks dan perlu dioptimalkan secara global.”

Menurut laporan Bloomberg News, diskusi tersebut dihadiri oleh para eksekutif dari perusahaan, termasuk dari GlobalFoundries – produsen chip yang bermarkas di AS dan memiliki pabrik-pabrik di Singapura – manajer aset AS BlackRock; dan investor negara Singapura, Temasek.

Investasi AS

Singapura sendiri merupakan rumah bagi pabrik-pabrik semikonduktor, serta salah satu pelabuhan terbesar di dunia.

Baru-baru ini, GlobalFoundries mengumumkan akan membangun pabrik senilai US$ 4 miliar di negara-kota tersebut, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2023.

Pembicaraan bisnis adalah bagian dari lawatan Harris ke Asia, di mana negara berikut yang dituju adalah Vietnam. Di negara ini, pun telah memperlihatkan peningkatan investasi asing di industri chip.

Tercatat, produsen chip AS, Intel telah membuka pabrik senilai US$1 miliar pada satu dekade lalu di pusat komersial Kota Ho Chi Minh, dan menginvestasikan tambahan US$ 475 juta pada Januari.

Namun beberapa negara produsen chip utama di Asia tengah dihadapkan pada wabah virus baru dalam beberapa bulan terakhir, sehingga memicu peringatan untuk menerapkan aturan pembatasan yang dapat menghantam industri semikonduktor mereka.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN