Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung. ( Foto: Kementerian Komunikasi dan Informatika Singapura )

Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung. ( Foto: Kementerian Komunikasi dan Informatika Singapura )

Kasus Covid Bertambah, Singapura Berikan Vaksin Booster

Sabtu, 4 September 2021 | 07:17 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

SINGAPURA, investor.id – Pemerintah Singapura mulai memberikan suntikan vaksin booster kepada kelompok orang tua dan masyara yang memiliki sistem kekebalan lemah untuk melawan virus corona Covid-19. Kasus infeksi di Singapura dilaporkan meningkat walau angka vaksinasinya tinggi. Demikian disampaikan para pejabat pada Jumat (3/9).

Langkah Singapura tersebut menyusul sejumlah tindakan yang dilakukan negara-negara lain di seluruh dunia untuk memberikan dosis vaksin ketiga kepada kelompok yang paling rentan, guna menghadapi wabah baru yang didorong oleh varian Delta.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Singapura menyampaikan, komite ahli telah merekomendasikan dosis ketiga bagi kelompok usia 60 tahun ke atas dan orang-orang yang memiliki sistem kekebalan lemah.

Menteri Kesehatan Ong Ye Kung menggambarkan keputusan itu sebagai langkah pencegahan sebelum antibodi semakin berkurang. “Untuk usia di atas 60-an, booster dapat diberikan enam hingga sembilan bulan setelah suntikan kedua. Ini artinya paling cepat diberikan pada bulan ini ke sebagian orang,” ujar Ong, yang dikutip AFP.

Dia menambahkan, bagi orang-orang yang memiliki sistem kekebalan lemah maka vaksin booster harus diberikan setelah dua bulan. Ada pun penyebab pelemahan pada sistem kekebalan dikarenakan oleh beberapa penyakit atau tindak perawatan untuk penderita penyakit, seperti kanker.

Menurut Kemenkes Singapura, tindakan memberikan vaksinasi ketiga kepada kelompok yang paling rentan sudah sejalan dengan langkah-langkah yang diadopsi di negara lain, seperti Israel dan Jerman.

Bahkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (AS) atau Food and Drug Administration (FDA) juga telah menyetujui pemberian dosis vaksin ketiga untuk kelompok yang memiliki sistem kekebalan lemah, dan sedang mempertimbangkannya untuk kelompok orang tua.

Di sisi lain, Singapura telah memutuskan beralih ke strategi untuk hidup berdampingan dengan virus corona, alih-alih rutin memberlakukan karantina untuk memberantas Covid. Ini juga dilatari oleh tingkat vaksinasi yang meningkat di negara di Asia Tenggara itu.

Menurut laporan, lebih dari 80% populasi telah mendapat vaksinasi lengkap. Tetapi para pejabat mengatakan, langkah-langkah pelonggaran pembatasan domestik dan pembukaan perbatasan hanya akan dilakukan secara bertahap.

Singapura telah mengalami peningkatan kasus infeksi yang stabil dalam beberapa pekan terakhir. Sekarang ini laporan rutin yang masuk menyebutkan, kasus infeksi dan kematian mencapai lebih dari 100 kasus per hari. Meski demikian, wabahnya tergolong ringan, karena tercatat sekitar 68.000 infeksi dan 55 kematian.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN