Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Alipay, aplikasi pembayaran terbesar Tiongkok. ( Foto: AFP / Getty Images )

Alipay, aplikasi pembayaran terbesar Tiongkok. ( Foto: AFP / Getty Images )

Pemerintah Tiongkok Bidik Alipay

Selasa, 14 September 2021 | 06:46 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BEIJING, investor.id - Regulator Tiongkok telah memerintahkan perubahan besar-besaran pada aplikasi pembayaran terbesar di negara itu, Alipay. Ini menjadi bagian dari upaya dari Partai Komunis untuk mengendalikan apa yang disebutnya pertumbuhan yang tidak terkendali dari para raksasa teknologi.

Alipay merupakan aplikasi sistem pembayaran secara daring yang berasal dari Tiongkok, memiliki lebih dari satu miliar pengguna di Tiongkok dan negara Asia lainnya, termasuk India. Perusahaan kini diminta untuk melakukan pemisahan usaha secara parsial untuk bisnis pinjaman mikro yang menguntungkan. Hal ini dilaporkan Financial Times pada Senin (13/9), mengutip seorang sumber yang mengetahui tentang hal tersebut.

Saat ini aplikasi memungkinkan pengguna untuk membayar dengan kartu kredit tradisional yang ditautkan ke bank mereka atau menawarkan pinjaman kecil tanpa jaminan untuk membeli apa saja, mulai dari kertas toilet hingga laptop.

"Pemerintah percaya kekuatan monopoli teknologi besar berasal dari kendali mereka atas data. Mereka ingin mengakhiri itu," kata sumber yang dekat dengan regulator keuangan kepada surat kabar.

Perusahaan induk Alipay, Ant Group, adalah penyedia layanan pembayaran terbesar di Tiongkok. Regulator mencegah rekor peluncuran perusahaan ke pasar saham konglomerat fintech senilai US$ 37 miliar pada November 2020, setelah pendiri Jack Ma mengkritik para pejabat karena menghambat inovasi.

Kerajaan bisnis Ma telah ditargetkan dalam tindakan keras yang lebih luas terhadap perusahaan teknologi yang bertujuan untuk menghancurkan monopoli dan memperkuat keamanan data. Langkah ini telah menghapus miliaran dolar dari valuasi banyak perusahaan.

Miliarder yang dikenal bicara blak-blakan itu sebagian besar tetap berada di luar pusat perhatian sejak tindakan keras dimulai.

Setelah memisahkan pembayaran dan pinjaman, Alipay harus menyerahkan data pelanggan yang digunakan untuk membuat keputusan pinjamannya ke usaha patungan penilaian kredit baru yang sebagian dimiliki oleh negara.

Alipay tidak segera menanggapi pertanyaan AFP tentang bagaimana perintah itu akan mempengaruhi bisnisnya.

Regulator juga telah meminta platform e-commerce Alibaba yang juga milik Ma dan perusahaan internet lainnya untuk berhenti memblokir tautan untuk menyaingi layanan saingannya, Zhao Zhiguo. Permintaan ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok dalam pengarahan pada Senin.

Regulator pasar Tiongkok bulan lalu mengumumkan aturan untuk merobohkan apa yang disebut 'taman bertembok', yang dibangun oleh perusahaan-perusahaan teknologi bertujuan untuk mengunci pengguna ke dalam layanan mereka.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN