Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Valneva, perusahaan vaksin Prancis-Austria. ( Foto: Valneva )

Valneva, perusahaan vaksin Prancis-Austria. ( Foto: Valneva )

Inggris Batalkan Kontrak Vaksin dengan Perusahaan Prancis-Austria

Selasa, 14 September 2021 | 06:53 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

PARIS, investor.id - Laboratorium biotek Prancis-Austria, Valneva pada Senin (13/9) menyatakan bahwa Pemerintah Inggris telah menghentikan kesepakatan pasokan untuk kandidat vaksin Covid-19 yang diproduksinya.

Pemerintah Inggris sebelumnya memesan 100 juta dosis vaksin untuk 2021-2022. Itu merupakan satu-satunya pesanan hingga saat ini untuk Valneva, yang memiliki fasilitas produksi di Livingstone, Skotlandia.

"(Pemerintah Inggris) telah menuduh bahwa perusahaan itu melanggar kewajibannya berdasarkan Perjanjian Pasokan, tetapi perusahaan dengan keras menyangkal itu," kata Valneva dalam sebuah pernyataan, yang dikutip AFP.

Hingga saat berita ini ditulis, Pemerintah Inggris belum mengomentari keputusan tersebut. Tidak seperti kebanyakan vaksin virus corona profil tinggi, yang menggunakan berbagai metode untuk memperkuat sistem kekebalan untuk melawan virus corona, VLA2001 Valneva didasarkan pada versi tidak aktif dari virus corona.

Laboratorium telah mengindikasikan pada akhir Agustus 2021 bahwa berdasarkan uji coba Fase 1 dan Fase 2, diperkirakan ada vaksin yang lebih dari 80% efektif.

Perwakilan Valneva mengatakan pada Senin,isi  kontrak memberi pemerintah Inggris hak untuk membatalkan kesepakatan. Pihaknya juga telah menerima pemberitahuan penghentian dari Pemerintah Inggris.

"Valneva telah bekerja tanpa lelah, dan untuk upaya terbaiknya, dalam kolaborasi dengan (pemerintah Inggris) termasuk menginvestasikan sumber daya yang signifikan dan upaya untuk menanggapi permintaan (mereka) untuk vaksin turunan varian," kata perwakilan perusahaan.

Valneva menyatakan terus berkomitmen untuk pengembangan VLA2001 dan akan meningkatkan upayanya dengan pelanggan potensial lainnya untuk memastikan bahwa vaksin yang tidak aktif dapat digunakan dalam perang melawan pandemi.

Valneva menegaskan kembali bahwa hasil Fase 3 harus tersedia pada awal kuartal IV-2021. Ini akan menjadi bagian dari pengajuan bergulir untuk persetujuan bersyarat VLA2001 dengan Badan Pengatur Obat-Obatan dan Produk Kesehatan Inggris (MHRA).

Menteri Kesehatan Skotlandia, Humza Yousaf mengatakan di media sosial Twitter bahwa keputusan untuk mengakhiri kontrak jelas mengkhawatirkan bagi tenaga kerja lokal di Livingstone.

"Kami akan bekerja dengan perusahaan untuk mencari jaminan tentang masa depan fasilitas. Untuk jaminan, kami memiliki pasokan vaksin yang cukup untuk program kami di masa depan termasuk suntikan booster," ujar Yousaf.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN