Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo aplikasi Facebook, Instagram, dan WhatsApp. (IST)

Logo aplikasi Facebook, Instagram, dan WhatsApp. (IST)

Instagram Coba Mengurangi Kerusakan Mental Remaja

Rabu, 15 September 2021 | 11:03 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

SAN FRANCISCO, investor.id – Aplikasi berbagi foto dan video, Instagram membela diri terkait laporan yang menyebutkan bahwa layanan jejaring sosial ini membahayakan kesehatan mental para gadis muda. Sebaliknya Instagram berencana mengurangi posting-an yang mempromosikan mitos-mitos mengenai bentuk tubuh indah yang ideal.

Kepala Kebijakan Publik Instagram, Karina Newton pada Selasa (14/9) waktu setempat membantah laporan Wall Street Journal (WSJ)yang dikutip dari penelitian Facebook, bahwa layanan Instagram yang foto-sentris telah merugikan remaja, terutama anak-anak perempuan.

“Penelitian tentang efek media sosial pada kesejahteraan orang beragam, dan penelitian kami sendiri mencerminkan penelitian eksternal. Yang tampaknya paling penting, adalah bagaimana orang menggunakan media sosial, dan kondisi pikiran mereka saat menggunakannya,” ujar Newton dalam posting, yang dikutip AFP.

Newton kemudian menguti laporan dari studi Harvard yang mencatatkan pengalaman-pengalaman positif dan negatif remaja Amerika Serikat (AS) di media sosial. Di mana seorang remaja mungkin menikmati berhubungan dengan teman-teman di jejaring sosial suatu hari, kemudian bisa saja bentrok dengan orang yang sama di hari lain.

Menurut laporan WSJ, Instagram telah mengurangi kerugian yang dilakukan terhadap jutaan anak muda yang terhubung setiap hari. Terutama jika menyangkut perasaan malu dengan tubuh mereka setelah melihat hal-hal yang dicap citra kecantikan di sana.

“Isu-isu, seperti perbandingan sosial negatif dan kecemasan ada di dunia, jadi mereka juga akan ada di media sosial,” tambah Newton.

Laporan WSJ juga menyebutkan, hasil penelitian internal menunjukkan bahwa remaja menuduh Instagram telah meningkatkan kecemasan dan depresi.

Menanggapi hal itu, Newton menjelaskan bahwa Instagram telah bekerja untuk mengatasi masalah intimidasi, bunuh diri, melukai diri sendiri, dan gangguan makan yang terungkap di platform. Bahkan saat ini, Instagram sedang mencari cara untuk memahami jenis posting apa yang membuat penggunanya merasa buruk karena dibandingkan, kemudian mendorong orang-orang ke konten-konten yang lebih mungkin membuat mereka merasa baik.

“Kami semakin fokus untuk mengatasi perbandingan sosial negatif dan citra tubuh yang negatif. Kami sangat optimistis bahwa dorongan ini akan membantu mengarahkan orang-orang ke konten yang menginspirasi dan mengangkat mereka. Dan pada tingkat yang lebih besar akan menggeser bagian dari budaya Instagram yang berfokus pada penampilan orang,” katanya.

Sebagai informasi Instagram telah membuat versi jejaring sosial untuk anak-anak berusia 13 tahun atau lebih muda Tapi, langkah ini ditentang oleh para pendukung keselamatan anak.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN