Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) terpilih Kristalina Georgieva terpilih menggelar konferensi pers di markas IMF, Washington, Amerika Serikat (AS) pada 25 September 2019.  (Foto: AFP / Eric BARADAT)

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) terpilih Kristalina Georgieva terpilih menggelar konferensi pers di markas IMF, Washington, Amerika Serikat (AS) pada 25 September 2019. (Foto: AFP / Eric BARADAT)

Direktur Pelaksana IMF Bantah Ubah Laporan Bank Dunia untuk Tiongkok

Sabtu, 18 September 2021 | 00:56 WIB
Grace El Dora

WASHINGTON – Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva membantah penyelidikan independen yang mendapat temuan tentang pekerjaan sebelumnya di Bank Dunia. Menurut hasil penyelidikan tersebut, Georgieva menekan staf untuk mengubah laporan untuk menghindari kemarahan pemerintah Tiongkok.

Berdasarkan temuan tersebut, Bank Dunia mengumumkan akan segera menghentikan publikasi peringkat World Bank's Doing Business, setelah dalam penyelidikan ditemukan kejanggalan pada edisi 2018 dan 2020.

Georgieva, warga negara Bulgaria yang mulai memimpin IMF pada Oktober 2019, menolak simpulan tentang perannya di Bank Dunia. "Saya secara fundamental tidak setuju dengan temuan dan interpretasi Investigasi Penyimpangan Data terkait dengan peran saya dalam laporan Doing Business Bank Dunia 2018," katanya dalam sebuah pernyataan, Jumat (17/8).

Tuduhan itu dapat merusak reputasinya dan memberikan dasar bagi kritikus lama Amerika Serikat (AS) terhadap organisasi multilateral dan perlakuan mereka terhadap Tiongkok. "Ini adalah temuan serius. Tanggung jawab utama kami adalah menegakkan integritas lembaga keuangan internasional," kata Departemen Keuangan AS dalam sebuah pernyataan pada Jumat (17/9). Pihaknya mencatat analisis laporan.

Georgieva mengatakan dirinya memberi tahu dewan IMF tentang situasi tersebut. Dewan diharapkan bertemu untuk membahas masalah tersebut, tetapi tidak ada detil lebih lanjut.

"Kita perlu mendengar sisi ceritanya, tetapi itu tidak terlihat bagus sekarang. Bagi direktur IMF terlibat dalam manipulasi data adalah tuduhan yang cukup memberatkan. Itu memang tampak seperti pukulan nyata pada kredibilitas mereka," jelas Justin Sandefur dari Pusat Pengembangan Global (CGD), yang telah banyak menulis tentang masalah dengan metodologi laporan itu, dilansir dari AFP.

Mengubah Peringkat Tiongkok

Laporan tersebut memberi peringkat kepada negara-negara berdasarkan peraturan bisnis dan reformasi ekonomi mereka, menyebabkan pemerintah berebut tempat yang lebih tinggi untuk menarik investor.

Menurut penyelidikan, pemerintah Tiongkok mengeluh tentang peringkatnya yang ke-78 dalam daftar pada 2017. Laporan tahun setelahnya menunjukkan Tiongkok jatuh lebih jauh.

Bank Dunia saat itu mempersiapkan edisi 2018, sementara kepemimpinan terlibat dalam negosiasi sensitif untuk meningkatkan modal pinjamannya, yang bergantung pada kesepakatan dengan pemerintah Tiongkok dan AS.

Pada minggu-minggu terakhir sebelum laporan tersebut dirilis pada akhir Oktober 2017, presiden Bank Dunia Jim Kim dan Georgieva pada saat itu sebagai CEO Bank Dunia, meminta staf untuk memperbarui metodologi terkait Tiongkok, menurut penyelidikan oleh firma hukum WilmerHale.

Kim membahas peringkat dengan pejabat senior Tiongkok yang kecewa dengan peringkat negara itu. Ajudan mengangkat masalah bagaimana memperbaikinya, menurut ringkasan penyelidikan, yang dirilis oleh Bank Dunia.

Ini dianggap sebagai salah satu pencapaian Kim bahwa ia menggiring kesepakatan untuk peningkatan US$ 13 miliar dalam sumber daya Bank Dunia.

Tawar-menawar itu membutuhkan dukungan dari presiden AS saat itu Donald Trump, yang menentang konsesi pinjaman ke Tiongkok, Sementara pemerintah Tiongkok setuju untuk membayar lebih untuk pinjaman.

Di tengah tekanan dari manajemen, staf mengubah beberapa data input, yang meningkatkan peringkat Tiongkok pada 2018 sebanyak tujuh peringkat menjadi 78, sama seperti tahun sebelumnya. Ini menurut penyelidikan yang menganalisis 80.000 dokumen Bank Dunia dan mewawancarai puluhan karyawan saat ini dan mantan karyawannya. (afp/eld)

 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN