Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen berbicara dalam sebuah acara di Departemen Keuangan AS, pada 15 September 2021 di Washington, DC. ( Foto: DREW ANGERER / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen berbicara dalam sebuah acara di Departemen Keuangan AS, pada 15 September 2021 di Washington, DC. ( Foto: DREW ANGERER / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Yellen Mendesak Kongres Menaikkan Pagu Utang

Selasa, 21 September 2021 | 06:13 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Janet Yellen pada Minggu (19/9) waktu setempat menyampaikan permohonan kepada Kongres AS untuk menaikkan pagu utang. Menurutnya, langkah ini penting untuk menghindari krisis keuangan bersejarah.

Pada editorial yang diterbitkan di Wall Street Journal, Yellen menunjukkan bahwa Pemerintah AS selalu menaikkan pagu utang sebelum melebihi batasnya.

"AS tidak pernah gagal. Tidak sekali pun. Melakukan hal itu kemungkinan akan memicu krisis keuangan bersejarah. Gagal bayar pun bisa memicu lonjakan suku bunga, penurunan tajam harga saham, dan gejolak keuangan lainnya," tulis Yellen, yang dikutip AFP.

Pagu utang, yang hanya dapat ditingkatkan oleh Kongres, mulai berlaku pada 1 Agustus 2021 setelah sebelumnya ditangguhkan selama dua tahun.

Batasan tersebut melarang Pemerintah AS meminjam lebih dari pagu US$ 28,4 triliun saat ini, jika jumlahnya tidak dinaikkan.

Masalah ini adalah topik yang telah lama dibahas oleh partisan di Washington. Sekarang, plafon utang telah dinaikkan sekitar 80 kali sejak 1960-an.

Pekan lalu, Departemen Keuangan mengatakan Amerika Serikat akan kehabisan uang sekitar Oktober 2021.

Dalam editorialnya, Yellen menjabarkan daftar potensi bencana keuangan yang bisa menimpa negara jika tidak menaikkan batas utang dan tidak dapat memenuhi tenggat waktu keuangan yang ada.

"Dalam hitungan hari, jutaan orang Amerika bisa kekurangan uang tunai. Hampir 50 juta manula bisa berhenti menerima cek Jaminan Sosial untuk sementara waktu. Pasukan bisa tidak dibayar. Kami akan keluar dari krisis ini sebagai negara yang lebih lemah secara permanen," kata Yellen.

Ia mengingat krisis utang 2011, ketika batas utang mendorong Amerika ke tepi krisis. Kebuntuan debat utang era Obama membuat negara itu paling dekat dengan gagal bayar.

Sebagai akibatnya, organisasi pemeringkat utang Standard and Poor's menurunkan peringkat utang Amerika Serikat menjadi AAA dan mengirimkan gelombang kejut melalui pasar.

Yellen mengatakan, dengan bertindak lebih cepat dapat menghindari terulangnya hasil terburuk pada 2011.

"Waktu adalah uang di sini, berpotensi miliaran dolar. Baik penundaan maupun gagal bayar tidak dapat ditoleransi," tulisnya.

Selama 17 bulan terakhir, lanjut Yellen, telah menguji kekuatan ekonomi bangsa kita. Kita baru saja bangkit dari krisis. AS tidak boleh menjerumuskan diri ke dalam hal yang sepenuhnya dapat dihindari.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com