Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.  ( Foto: STEFAN ROUSSEAU / POOL / AFP )

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. ( Foto: STEFAN ROUSSEAU / POOL / AFP )

Harga Gas Melambung, Pemerintah Inggris Gelar Pertemuan Darurat

Selasa, 21 September 2021 | 06:47 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

LONDON, investor.id - Pemerintah Inggris mengadakan pertemuan darurat dengan kelompok-kelompok dari sektor energi dan konsumen pada Senin (20/9). Ini dilakukan setelah negara mengalami rekor harga gas yang di dalam negeri mengancam tagihan besar energi maupun mempersulit masa depan pemasok.

Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson berusaha meyakinkan tentang prospek konsumen yang terkena lonjakan tagihan energi di musim dingin yang akan datang ini. Selain itu, ada kemungkinan lebih banyak perusahaan energi kecil di Inggris bangkrut karena biaya tagihan energi yang lebih tinggi.

Menghadapi situasi yang bergerak cepat, Menteri Bisnis Inggris Kwasi Kwarteng mengadakan pertemuan meja bundar dengan perusahaan-perusahaan dari industri energi dan kelompok konsumen.

Berbicara selama kunjungan ke Amerika Serikat (AS), Johnson mengatakan orang harus diyakinkan. “Dalam arti bahwa ya ada banyak masalah jangka pendek, tidak hanya di negara kita tetapi di seluruh dunia yang disebabkan oleh persediaan gas dan segala jenis kekurangan,” kata Johnson, yang dikutip AFP.

Harga gas alam di Inggris telah mencapai rekor tertinggi, ditambah dengan adanya kebakaran memusnahkan titik vital yang menghubungkan jaringan listrik negara itu ke Prancis.

Harga grosir untuk gas telah meroket 70% sejak Agustus 2021, menambah inflasi yang sudah kuat karena aktivitas ekonomi dibuka kembali setelah penguncian pandemi. Harga di pasaran telah melonjak 203% sejak Januari 2021.

Banyak perusahaan kecil pemasok energi telah muncul di pasar Inggris selama beberapa tahun terakhir, meraih sejumlah besar pelanggan dari pemain mapan seperti British Gas.

Tetapi pada Senin, CEO Green Peter McGirr mengatakan prospek bisnisnya terlihat suram. "Kami hanya tidak memiliki kantong yang dalam untuk terus melewati krisis ini. Saya pikir semua pemasok merasakan sedikit (masalah) ini, tetapi beberapa dari mereka memiliki lebih banyak kantong (dana) untuk mencoba dan keluar dari badai," tuturnya.

McGirr menyerukan perlunya dukungan pemerintah atau banyak perusahaan mungkin tidak akan bertahan untuk membayar tagihan energi selama musim dingin.

Kurangnya angin atmosfer untuk lokasi turbin, ditambah dengan pemadaman nuklir yang sedang berlangsung, dan penghentian tambang batu bara oleh pemerintah yang sadar masalah iklim, telah membuat sebagian Eropa bergulat dengan krisis energi.

Pemerintah Rusia mengatakan pipa gas Nord Stream 2 yang baru selesai ke Jerman akan mengurangi kekurangan energi selama musim dingin.

Tetapi pemerintah AS dan sekutu Uni Eropa, Ukraina, sangat menentang proyek yang didukung pemerintah Rusia tersebut.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN