Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada acara Global Covid-19 Summit di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021). Foto: BPMI Setpres

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada acara Global Covid-19 Summit di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021). Foto: BPMI Setpres

GLOBAL COVID-19 SUMMIT 2021,

RI Dorong Penguatan Sistem Ketahanan Kesehatan Dunia

Kamis, 23 September 2021 | 08:25 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

BOGOR, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus mendorong penguatan sistem ketahanan kesehatan dunia.  Krisis Covid-19 menunjukkan betapa rapuhnya ketahanan kesehatan global, baik di negara-negara berkembang maupun di negara-negara maju.

“Arsitektur sistem ketahanan kesehatan dunia harus diperkuat, seperti yang telah dilakukan oleh IMF atau Dana Moneter Internasional di bidang keuangan,” kata Presiden Jokowi saat berpidato secara virtual pada Global Covid-19 Summit 2021 dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (22/9/2021).

Ia mengatakan, negara-negara di dunia  harus menyusun mekanisme baru penggalangan sumber daya kesehatan dunia, termasuk untuk pembiayaan darurat kesehatan dunia yang antara lain digunakan untuk pembelian vaksin, obat, dan alat kesehatan.

“Standar protokol kesehatan global harus segera disusun agar standar di semua negara bisa sama. Standar tersebut, antara lain mengatur tentang perjalanan lintas batas negara,” katanya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada acara Global Covid-19 Summit di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021). Foto: BPMI Setpres
Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada acara Global Covid-19 Summit di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021). Foto: BPMI Setpres

Presiden Jokowi juga menyerukan pemberdayaan negara-negara  berkembang  sebagai  bagian dari solusi. Kapasitas manufaktur lokal harus dibangun agar kebutuhan vaksin, obat-obatan, dan alat kesehatan bisa tersedia secara cepat dan merata di seluruh dunia.

“Indonesia berkomitmen dan mampu menjadi bagian dari rantai pasok global,” katanya.

Terkait  vaksin, Presiden Jokowi kembali menegaskan bahwa ketimpangan vaksin antarnegara harus segera diatasi. Melalui Covax Facility, kerja sama berbagai dosis atau dose-sharing dan akses yang merata terhadap vaksin harus ditingkatkan. Presiden Jokowi juga meminta agar politisasi dan nasionalisme vaksin harus diakhiri. Menurutnya, solidaritas dan kerja sama merupakan kunci agar dunia segera keluar dari pandemi dan segera pulih bersama.

“Sebagai Presiden G20 tahun depan, Indonesia akan berkontribusi pada upaya dunia memperkuat arsitektur ketahanan kesehatan global demi anak cucu kita di masa depan,” kata Presiden Jokowi. Pertemuan tingkat tinggi dunia terkait penanganan pandemi Covid-19  digagas oleh Presiden Amerika Serikat (AS)  Joe Biden. Ini merupakan pertemuan kedua yang digagas Presiden Biden setelah Meeting of Major Economic Forum pada 17 September 2021 lalu. Turut mendampingi Presiden dalam acara itu,  Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN