Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidatonya pada sesi debat umum Sidang Majelis Umum ke-76 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/9/2021) pagi. Foto : BPMI Setpres

Presiden Joko Widodo menyampaikan pidatonya pada sesi debat umum Sidang Majelis Umum ke-76 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/9/2021) pagi. Foto : BPMI Setpres

DI SIDANG UMUM PBB,

Jokowi Sampaikan Pandangan Indonesia soal Pandemi hingga Krisis Myanmar

Kamis, 23 September 2021 | 08:35 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id) ,Lenny Tristia Tambun

BOGOR, investor.id -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidatonya secara virtual, pada sesi debat umum Sidang Majelis Umum ke-76 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (23/9/2021) pagi.

Pada kesempatan itu,  Kepala Negara secara terbuka menyampaikan pandangan Indonesia terkait penanganan pandemi Covid-19, pemulihan perekonomian global, ketahanan iklim,  perdamaian dalam keberagaman, hingga krisis di Myanmar.

“Melihat perkembangan dunia sampai sekarang ini, banyak hal yang harus kita lakukan bersama. Pertama, kita harus memberikan harapan bahwa pandemi Covid-19 akan bisa tertangani dengan cepat, adil, dan merata,” kata Kepala Negara.

Ia mengatakan, kemampuan dan kecepatan antarnegara dalam menangani pandemi Covid-19, termasuk vaksinasi, sangat timpang. Padahal semua tahu bahwa dalam penanganan pandemi  no one is safe until everyone is.  

“Politisasi dan diskriminasi terhadap vaksin masih terjadi. Hal-hal ini harus bisa kita selesaikan dengan langkah-langkah nyata,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Joko Widodo menyampaikan pidatonya pada sesi debat umum Sidang Majelis Umum ke-76 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/9/2021) pagi. Foto : BPMI Setpres
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidatonya pada sesi debat umum Sidang Majelis Umum ke-76 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/9/2021) pagi. Foto : BPMI Setpres

Presiden Jokowi  menyerukan kepada seluruh pemimpin dunia  untuk menata ulang arsitektur sistem ketahanan kesehatan global. Sebab diperlukan mekanisme baru untuk penggalangan sumber daya kesehatan global, baik pendanaan, vaksin, obat-obatan, alat-alat kesehatan, dan tenaga kesehatan secara cepat dan merata ke seluruh negara.

“Diperlukan standarisasi protokol kesehatan global dalam hal aktivitas lintas batas negara, misalnya perihal kriteria vaksinasi, hasil tes, maupun status kesehatan lainnya,” jelasnya.

Kedua, lanjut Presiden Jokowi,  pemulihan perekonomian global hanya bisa berlangsung jika pandemi terkendali, dan antarnegara bisa bekerja sama dan saling membantu untuk pemulihan ekonomi. Indonesia dan negara berkembang lainnya, membuka pintu seluas-luasnya untuk investasi yang berkualitas.

“Yaitu yang membuka banyak kesempatan kerja, transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan berkelanjutan,” katanya.

Ketiga, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa komitmen Indonesia terhadap ketahanan iklim, pembangunan yang rendah karbon, serta teknologi hijau sudah jelas dan tegas. Tetapi, proses transformasi energi dan teknologi tersebut harus memfasilitasi negara berkembang untuk ikut dalam pengembangan industri dan menjadi produsen teknologi.

“Pandemi Covid-19 mengingatkan kita tentang pentingnya penyebaran sentra produksi kebutuhan vaksin di dunia di banyak negara,” ungkapnya.

Presiden Joko Widodo menyampaikan pidatonya pada sesi debat umum Sidang Majelis Umum ke-76 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/9/2021) pagi. Foto : BPMI Setpres
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidatonya pada sesi debat umum Sidang Majelis Umum ke-76 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/9/2021) pagi. Foto : BPMI Setpres

Keempat, Presiden Jokowi menyerukan agar dunia tetap serius melawan intoleransi, konflik, terorisme, dan perang karena  perdamaian dalam keberagaman, jaminan hak perempuan dan kelompok minoritas harus ditegakkan.

Presiden Jokowi  menyebut,  potensi praktik kekerasan dan marginalisasi perempuan di Afghanistan, kemerdekaan Palestina yang semakin jauh dari harapan, serta krisis politik di Myanmar, harus menjadi agenda semua negara.

Disebutkan, para pemimpin ASEAN telah bertemu di Jakarta dan menghasilkan Five Points Consensus, yang implementasinya membutuhkan komitmen militer Myanmar.

“Harapan besar masyarakat dunia tersebut, harus kita jawab dengan langkah nyata dengan hasil yang jelas. Itulah kewajiban yang ada di pundak kita, yang ditunggu masyarakat dunia. Itulah kewajiban kita untuk memberikan harapan masa depan dunia,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN