Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell. ( Foto: NICHOLAS KAMM / AFP )

Gubernur The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell. ( Foto: NICHOLAS KAMM / AFP )

The Fed: Tapering Pembelian Obligasi Segera Terjadi

Jumat, 24 September 2021 | 05:46 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan mendekati nol pada Rabu (22/9) waktu setempat. Para pejabat di Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) mengindikasikan dapat segera mulai menarik kembali beberapa stimulus. Namun tidak ada indikasi khusus kapan itu akan terjadi.

“Jika kemajuan (ekonomi) terus berlanjut seperti yang diharapkan, FOMC menilai bahwa pengurangan laju pembelian aset akan segera dapat dilakukan,” bunyi pernyataan FOMC, yang dikutip CNBC.

Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan pihaknya siap untuk bergerak mengambil langkah-langkah kebijakan.

“Meskipun tidak ada keputusan, para peserta umumnya memandang bahwa selama pemulihan tetap di jalurnya maka proses tapering bertahap yang berakhir sekitar pertengahan tahun depan kemungkinan adalahh (langkah yang) tepat,” ujarnya dalam konferensi pers usai pertemuan FOMC.

Bank sentral Amerika Serikat (AS) ini juga mengindikasikan, kenaikan suku bunga bisa terjadi lebih cepat dari yang diprediksi. The Fed juga secara signifikan memangkas prospek ekonominya pada tahun ini.

Saat ini, komite sepakat untuk mempertahankan suku bunga jangka pendek mendekati nol. Namun, sekarang ada semakin banyak anggota yang melihat upaya kenaikan suku bunga pertama terjadi pada 2022. Pada Juni tahun ini, anggota terakhir kali merilis proyeksi ekonomi yang sebagian kecil menempatkan kenaikan hingga 2023.

Menurut Powell, The Fed sudah semakin dekat mencapai tujuannya untuk kemajuan lebih lanjut yang substansial terhadap inflasi dan lapangan kerja.

“Untuk inflasi, kami tampaknya telah mencapai lebih dari kemajuan yang signifikan, kemajuan substansial lebih lanjut. Bagian dari ujian itu dicapai menurut pandangan saya dan pandangan banyak orang lain. Pandangan saya sendiri, adalah ujian untuk kemajuan substansial lebih lanjut dalam pekerjaan hampir terpenuhi,” kata Powell.

Menanggapi pernyataan awal The Fed, sebagian pasar menurunkan keuntugannya dengan rerata saham utama masih menunjukkan kenaikan kuat, dan imbal hasil obligasi pemerintah yang beragam.

Selain itu, ada beberapa perubahan substansial dalam perkiraan ekonomi The Fed, di mana penurunan prospek pertumbuhan dan ekspektasi inflasi lebih tinggi.

Komite juga melihat kenaikan produk domestik bruto (PDB) tahun ini hanya 5,9% dibandingkan perkiraan 7% pada Juni. Tetapi laju pertumbuhan 2023 telah ditetapkan di kisaran 3,8% dibandingkan dengan sebelumnya yakni 3,3%; dan 2,5% pada 2023 atau naik sepersepuluh poin persentase.

Proyeksi juga mengisyaratkan anggota FOMC melihat tingkat inflasi lebih kuat dari proyeksi Juni. Inflasi inti tahun ini diprediksi naik 3,7% dibandingkan dengan perkiraan 3% - di mana itu adalah terakhir kali anggota memberikan ekspektasinya

Para pejabat kemudian melihat tingkat inflasi sebesar 2,3% pada 2022, dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya sebesar 2,1%; dan 2,2% pada 2023 atau sepersepuluh poin persentase lebih tinggi dari perkiraan Juni.

Apabila mencakup makanan dan energi, para pejabat memperkirakan laju inflasi tahun ini bakal mencapai 4,2% atau naik dari 3,4% pada Juni. Sementara untuk dua tahun berikutnya diperkirakan turun kembali menjadi 2,2%, sedikit berubah dari prospek Juni.

Tingkatkan Pembelian Kembali

Langkah lain yang disiapkan The Fed adalah akan melipatgandakan tingkat pembelian kembali (repurchase) operasi pasar hariannya dari US$ 80 miliar menjadi US$ 160 miliar.

Pasar agak menantikan keputusan besar dari pertemuan tetapi kemudian sebagian merasa sangat cemas ketika The Fed akan mulai mengurangi kecepatan pembelian obligasi bulanan.

Dalam pernyataan di simposium tahunan The Fed pada Agustus di Jackson Hole, Wyoming, Powell dan lainnya berpendapat bahwa bank sentral telah memenuhi target inflasinya dan dapat mulai mengurangi pembelian obligasi dan sekuritas yang didukung hipotek, minimal US$ 120 miliar per bulan.

Para investor juga mencermati pertemuan itu untuk mencari tahu di mana posisi para pejabat Fed terkait prospek inflasi.

Indeks inflasi pilihan The Fed – yakni indeks pengeluaran konsumsi pribadi dikurangi harga makanan dan energi – telah dipercepat sebesar 3,6% pada Juli. Di mana ini adalah level tertinggi dalam 30 tahun.

Namun, Powell telah berulang kali memperkirakan tekanan harga akan mereda karena faktor rantai pasokan, kelangkaan barang, dan tingkat permintaan yang luar biasa tinggi kembali ke tingkat sebelum pandemi.

Di samping itu, proyeksi pengangguran sedikit lebih pesimistis karena tingkat pengangguran akhir tahun sekarang berada di 4,8%, dibandingkan 5,2% yang tercatat saat ini dan 4,5% pada perkiraan Juni. Angka ini dirilis setelah laporan upah Agustus yang mengecewakan dan menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja hanya 235.000.

Powell menyatakan, tidak akan memerlukan angka lapangan kerja besar untuk membuat The Fed mulai menghapus akomodasi kebijakan.

“Bagi saya laporan ketenagakerjaan tidak perlu mencolok (kncock out), hebat, super kuat. Dibutuhkan laporan pekerjaan yang cukup baik bagi saya untuk merasa ujian itu telahterpenuhi. Lainnya di komite, sebagian besar di komite, sudah merasa ujian terpenuhi. Yang lainnya hanya ingin melihat lebih banyak kemajuan,” tutur dia.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN