Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor pusat Evergrande di Shenzhen, Tiongkok tenggara pada 14 September 2021.  ( Foto: NOEL CELIS / AFP )

Kantor pusat Evergrande di Shenzhen, Tiongkok tenggara pada 14 September 2021. ( Foto: NOEL CELIS / AFP )

Tiongkok Tingkatkan Pengawasan Dana Proyek Evergrande

Senin, 27 September 2021 | 06:32 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BEIJING, investor.id – Beberapa pemerintah daerah di Tiongkok telah membuat rekening kustodian khusus untuk meningkatkan pengawasan dana proyek-proyek properti yang dikerjakan perusahaan pengembang China Evergrande Group, yang sedang dilit utang. Menurut laporan, langkah ini diambil guna dana yang dialokasikan untuk proyek-proyek perumahan agar tidak dialihkan.

Kantor berita Caixin melaporkan pada Minggu (26/9) bahwa rekening khusus tersebut telah dibuat sejak akhir Agustus, setidaknya di delapan provinsi di mana Evergrande memiliki proyek pembangunan yang belum diselesaikan. Ada pun beberapa provinsi yang dimaksud, di antaranya adalah Anhui, Guizhou, Henan, Jiangsu, dan kota-kota di bagian selatan Delta Sungai Mutiara.

“Rekening kustodian bertujuan memastikan pembayaran pembeli rumah (memang) digunakan untuk menyelesaikan proyek perumahan Evergrande dan tidak dialihkan ke tempat lain, seperti ke kreditur,” demikian laporan Caixin dari sumber yang dekat dengan tim manajemen pengembang properti, yang dikutip Reuters.

Caixin menambahkan bahwa beberapa kota di bagian selatan, seperti Zhuhai dan Shenzhen, kantor regulator perumahan, Kementerian Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan Tiongkok, juga terlibat dalam pengawasan dan peninjauan penggunaan dana oleh proyek-proyek Evergrande

Tetapi saat diminta tanggapannya, Evergrande dan Kementerian Perumahan Tiongkok tidak merespons.

Sebagai informasi, Evergrand – yang dililit utang sekitar US$ 3015 miliar – akhirnya melewatkan tenggat waktu pembayaran obligasi dolar pekan lalu. Bahkan pihak perusahaan masih bungkam tentang masalah ini, sehingga membuat para investor global bertanya-tanya apakah mereka harus menelan kerugian besar ketika masa tenggang 30 hari berakhir.

Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan pengembang itu diketahui telah kekurangan uang, kemudian berhenti membayar beberapa investor dan pemasok, juga menghentikan pekerjaan konstruksi di banyak proyek di seluruh Tiongkok. Evergrande sendiri dikenal menjalankan model bisnis dengan melakukan peminjaman untuk menjalankan proyek-proyek pembangunan propertinya.

“Regulator perumahan juga telah menetapkan batas waktu 24 September bagi kantor-kantor regional untuk melaporkan kesenjangan pendanaan yang dihadapi proyek Evergrande yang belum selesai,” lapor Caixin, tetapi belum diketahui dengan jelas apakah tenggat ini sudah dipenuhi.

Laporan semester pertama 2021 menyebutkan, pada akhir Juni Evergrande masih memiliki 1.236 proyek untuk dijual, termasuk yang sudah selesai dan sedang dibangun.

Sedangkan pekan lalu, surat kabar Wall Street Journal WSJ) melaporkan bahwa pihak berwenang Tiongkok telah meminta pemerintah-pemerintah daerah untuk mempersiapkan kemungkinan badai runtuh Evergrande, serta mendesak mencegah terjadinya kerusuhan dan mengurangi efek samping pada sektor-sektor perekonomian lainnya.

Dalam laporan WSJ, para pejabat setempat menjelaskan bahwa sinyal-sinyal dari otoritas Tiongkok itu sebagai sebuah persiapan untuk menghadapi kemungkinan terjadi badai. Mereka juga diberitahu oleh pemerintah, hanya boleh turun tangan di menit-menit terakhir guna mencegah efek samping dari kematian Evergrande.

Di samping itu, laporan menyebutkan bahwa pemerintah pusat kemungkinan masih belum terlalu ingin menyelamatkan perusahaan tersebut, terlepas dari implikasi globalnya.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN