Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Antrean kendaraan di untuk mengisi BBM di SPBU Tesco, di Camberley, sebelah barat London, Inggris pada 26 September 2021. ( Foto: ADRIAN DENNIS / AFP )

Antrean kendaraan di untuk mengisi BBM di SPBU Tesco, di Camberley, sebelah barat London, Inggris pada 26 September 2021. ( Foto: ADRIAN DENNIS / AFP )

Inggris akan Keluarkan 10.500 Visa Kerja Sementara

Senin, 27 September 2021 | 06:40 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

LONDON, investor.id – Pemerintah Inggris akan mengeluarkan hingga 10.500 visa kerja sementara, yang mulai berlaku bulan depan sampai akhir Desember 2021, bagi pengemudi truk dan pekerja peternakan unggas untuk mengatasi kekurangan staf yang kronis. Demikian pengumuman perubahan arah kebijakan imigrasi pasca-Brexit pada Sabtu (25/9).

Masalah kekurangan pengemudi dan beberapa tenaga kerja di sektor-sektor penting itu tengah menjadi pembahasan para menteri. Mereka mengatakan, kekurangan karyawan telah berdampak besar dalam penurunan pasokan bahan bakar dan industri tambahan.

Menurut laporan, kekurangan awak mobil tangki telah menyebabkan antrean besar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir. Ini disebabkan oleh masyarakat yang tidak mengindahkan permintaan pemerintah untuk tidak panik dalam membeli bahan bakar minyak (BBM), menyusul beberapa SPBU yang tutup karena tidak mendapat pengiriman.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pun mengubah arah kebijakan dengan memperpajang skema visa pekerja untuk sektor penting, setelah sebelumnya memperketat aturan imigrasi pasca-Brexit dan berkeras bahwa ketergantungan Inggris pada tenaga kerja asing harus diakhiri.

Sebagai informasi, pihak berwenang telah menolak kebijakan perpanjangan skema itu selama berbulan-bulan meskipun ada prediksi kekurangan sekitar pengemudi 100.000 kendaraan barang berat (heavy goods vehicle/HGV), dan peringatan dari berbagai sektor soal pasokan yang bakal menipis.

Namun, Menteri Transportasi Inggris, Grant Shapps berkeras telah mengambil tindakan di kesempatan awal. Ia juga menyampaikan, paket langkah-langkah yang lebih luas akan diumumkan untuk memastikan persiapan menjelang Natal tetap pada jalurnya.

“Industri juga harus memainkan peran mereka dengan kondisi kerja yang terus membaik, dan kenaikkan upah yang layak terus dipertahankan agar perusahaan tetap mempertahankan pengemudi baru,” katanya, yang dikutip AFP.

Pelatihan Keterampilan

Tetapi salah satu pengusaha menolak langkah-langkah baru itu karena dianggap tidak memadai. “Pengumuman ini setara dengan melempar air ke api unggun,” kata Presiden Kamar Dagang Inggris, Ruby McGregor-Smith.

Menurut McGregor-Smith, ujian tambahan akan memakan waktu untuk memberikan dampak, sementara nomor visa baru tidak cukup dan tidak mampu untuk mengatasi skala masalah.

Akan tetapi, langkah-langkah baru itu pemerintah akan difokuskan pada peningkatan pesat jumlah pengemudi baru di dalam negeri, termasuk mengerahkan petugas pemeriksa mengemudi dari Kementerian Pertahanan Inggris untuk membantu menyediakan ribuan tes tambahan selama 12 pekan ke depan.

Di sisi lain, Kementerian Pendidikan Inggris dan mitra-mitra lembaga sejenis akan mengeluarkan jutaan poundsterling guna memberikan pelatihan mengemudi HGV kepada 4.000 orang, dengan membentuk kamp pelatihan keterampilan baru untuk mempercepat proses.

Hampir 1 juta surat juga akan dikirim ke semua pengemudi yang saat ini memegang lisensi HGV, agar mereka dapat kembali bekerja.

Johnson sendiri berada di bawah tekanan yang meningkat untuk segera mengambil tindakan. Situasi pandemi Covid-19 telah memperparah Brexit yang sudah kekurangan armada pengangkuran hingga memunculkan krisis lainnya, termasuk kenaikan harga energi.

Selain mengancam pasokan bahan bakar, kurangnya pengemudi truk juga sudah dialami pabrik-pabrik di Inggris, restoran, dan pasar-pasar swalayan dalam beberapa bulan terakhir.

Bahkan, jejaring restoran cepat saji Amerika Serikat (AS) McDonald's kehabisan menu milkshake dan minuman kemasan pada bulan lalu. Raksasa makanan cepat saji KFC pun terpaksa menghilangkan beberapa menu, sedangkan jaringan restoran Nando menutup sementara puluhan gerai karena kekurangan ayam.

Pasar-pasar swalayan ikut merasakan masalah yang sama, di mana grup makanan beku asal Islandia dan perusahaan ritel besar Tesco telah mengeluarkan peringatan soal kekurangan produk konsumsi selama Natal.

Pekan ini, sektor bahan bakar dilanda masalah antrean mobil yang semakin panjang sehingga menghalangi para konsumen yang berusaha membeli BBM setelah beberapa SPBU tutup. Masyarakat pun panik dan memborong BBM dalam jumlah banyak, terutama di wilayah tenggara Inggris.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN