Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kota Sydney di Australia

Kota Sydney di Australia

Penduduk Sydney yang Telah Divaksin bakal Terbebas dari Lockdown

Senin, 27 September 2021 | 22:13 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

SYDNEY , investor.id - Penduduk Sydney, Australia yang telah divaksinasi bakal terbebas atau keluar dari penguncian akses wilayah (lockdown) akibat Covid-19 yang panjang pada pertengahan Oktober 2021.

“Pemerintah menguraikan cetak biru untuk keluar dari penguncian dalam tiga tahap, ketika jumlah kasus turun di kota itu,” kata pejabat Australia pada Senin (27/9).

Perintah untuk tinggal di rumah akan dicabut di Sydney dan sekitar New South Wales ketika tingkat vaksinasi dosis ganda mencapai 70%. Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales, Gladys Berejiklian mengaku cukup yakin pelonggaran dari penguncian bakal terjadi pada 11 Oktober 2021.

Pub, restoran, dan toko yang tutup akan diizinkan dibuka kembali bagi orang yang telah divaksinasi. Sedangkan teman dan keluarga yang tinggal di kota terbesar Australia itu akan dapat bertemu kembali untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga bulan.

"Baru minggu ini dan minggu depan kita harus bertahan di sana. Kita hampir, hampir sampai, dan jangan menyerah pada menit terakhir," kata Berejiklian, Senin (27/9).

Wakil Perdana Menteri Australia, John Barilaro mengatakan, cetak biru untuk keluar penguncian akan memungkinkan orang melakukan perjalanan melintasi New South Wales di bawah tahap kedua, setelah 80% orang berusia di atas 16 tahun divaksinasi sepenuhnya. Target tersebut kemungkinan besar dicapai pada akhir Oktober 2021.

Pembatasan jumlah tamu di pemakaman dan pernikahan akan dicabut pada saat yang sama, ketika pertandingan olahraga juga akan diizinkan untuk dilanjutkan.

Namun, menurut John Barilaro, orang dewasa yang tidak divaksinasi harus menunggu setidaknya hingga 1 Desember untuk menikmati kemudahan yang sama di bawah pelonggaran tahap ketiga. Menurut para pejabat, pada tahap ketiga, sekitar 90% dari populasi yang memenuhi syarat diperkirakan telah divaksinasi.

"Saya pikir hari ini adalah hari yang sangat mengecewakan bagi mereka yang tidak divaksinasi. Mereka harus menunggu lima atau enam minggu setelah yang lain (untuk kebebasan)," tuturnya.

Perintah Tinggal di Rumah

Berejiklian memperingatkan bahwa rumah sakit masih menghadapi kewalahan oleh lonjakan pasien Covid-19 pada minggu-minggu mendatang. "Kami tahu bahwa begitu kami mulai membuka kembali pada 70% (vaksinasi penuh), jumlah kasus akan mencapai puncaknya,” ujar Berejiklian.

"Tetapi apa yang akan melindungi kita adalah kenyataan bahwa begitu banyak orang telah menerima setidaknya dosis pertama dari vaksin dan orang-orang itu akan memiliki lapisan perlindungan ekstra agar tidak berakhir di rumah sakit atau lebih buruk," imbuhnya.

Pemerintah Australia telah bergulat dengan lonjakan musim dingin dalam varian virus corona Delta yang sangat menular. Kondisi tersebut memaksa dua kota terbesar, Sydney dan Melbourne, memberlakukan penguncian selama berbulan-bulan.

Tetapi peluncuran vaksin yang dulu dinilai lamban telah meningkat di seluruh negeri, mendorong para pemimpin untuk menguraikan rencana pembukaan kembali dengan hati-hati. Termasuk dimulainya kembali perjalanan internasional yang diperdebatkan pada akhir tahun ini.

Pihak berwenang juga mengumumkan pada Senin bahwa perintah tinggal di rumah akan dicabut di Canberra pada 15 Oktober. Bar, salon kecantikan, dan pusat kebugaran berada di antara bisnis-bisnis yang akan dibuka kembali.

Sekitar 400.000 orang di ibu kota negara itu telah dalam penguncian sejak pertengahan Agustus 2021, ketika otoritas berjuang meredam wabah virus yang kecil tapi berkelanjutan.

Kepala Menteri Wilayah Ibu Kota Australia, Andrew Barr mengatakan, pelonggaran pembatasan dimungkinkan karena tingkat vaksinasi di negara tersebut telah datang. "Sebagai bantuan selamat datang (bagi penduduk Canberra)," kata dia.

Secara keseluruhan, Australia telah mencatat lebih dari 98.000 kasus Covid-19 dan lebih dari 1.200 kematian terkait virus tersebut selama pandemi hingga saat ini. (afp)

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN