Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang wanita Sudan mengisi botol air yang dipegang seorang anak laki-laki, di negara bagian Darfur Utara. Dalam dua dekade, 600 juta anak akan berada di wilayah yang mengalami kekhawatiran ekstrem atas ketersediaan air bersih. Hampir 1,4 juta anak menghadapi risiko kematian akibat kekurangan gizi akut di Sudan Selatan, Nigeria, Somalia dan Yaman. ( Foto: Ashraf Shazly / AFP / Getty Images )

Seorang wanita Sudan mengisi botol air yang dipegang seorang anak laki-laki, di negara bagian Darfur Utara. Dalam dua dekade, 600 juta anak akan berada di wilayah yang mengalami kekhawatiran ekstrem atas ketersediaan air bersih. Hampir 1,4 juta anak menghadapi risiko kematian akibat kekurangan gizi akut di Sudan Selatan, Nigeria, Somalia dan Yaman. ( Foto: Ashraf Shazly / AFP / Getty Images )

26,5 Juta Anak Nigeria Kekurangan Air Bersih

Selasa, 23 Maret 2021 | 07:39 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

ABUJA, investor.id – Dalam memperingati Hari Air Dunia tahun ini, Unicef menyampaikan bahwa hampir sepertiga dari anak-anak di Nigeria kekurangan akses untuk mendapatkan air bersih yang cukup. Unicef pun menyerukan supaya dilakukan tindakan dengan segera guna mengatasi masalah tersebut.

Menurut Unicef, lebih dari 1,42 miliar orang – termasuk 450 juta anak-anak – tinggal di daerah dengan tingkat kerentanan air yang tinggi atau sangat tinggi di dunia. Ini berarti 1 dari 5 anak di seluruh dunia tidak memiliki cukup air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

“Angka-angka di Nigeria sangat mengkhawatirkan, karena ada 26,5 juta anak di Nigeria yang dihadapkan pada tingkat kerentanan air yang tinggi atau sangat tinggi – atau sekitar 29% dari anak-anak Nigeria,” demikian disampaikan Unicef.

Bahkan, sekitar 100.000 anak di Nigeria diklaim meninggal setiap tahun akibat terpapar penyakit yang terkait dengan air kotor.

"Krisis air dunia ada di sini, dan anak-anak adalah korban terbesarnya. Saat sumur mengering, anak-anak bolos sekolah untuk mengambil air. Ketika kemarau panjang mengurangi persediaan makanan, anak-anak menderita gizi buruk dan stunting. Ketika banjir melanda, anak-anak jatuh sakit karena penyakit yang ditularkan melalui air. Dan ketika air tidak tersedia di masyarakat Nigeria, anak-anak tidak dapat mencuci tangan untuk melawan penyakit,” demikian penjelasan Peter Hawkins, perwakilan Unicef di Nigeria.

Unicef mengatakan, lebih dari 86% penduduk Nigeria tidak memiliki akses ke sumber air minum bersih yang dikelola dengan aman. Masalah ini diperparah dengan kualitas air minum yang buruk dan kurangnya pemerataan akses,” katanya.

Menurut Unicef meskipun ada beberapa kemajuan yang diraih Nigeria, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan di negara itu guna memastikan bahwa semua penduduk Nigeria memiliki akses ke layanan air, serta kebersihan yang memadai dan berkualitas.

Walaupun sekitar 70% warga Nigeria dilaporkan memiliki akses ke layanan air dasar, lebih dari separuh sumber air ini terkontaminasi. “Pada tingkat saat ini, negara akan kehilangan target SDG pada akses masyarakat ke air, kecuali ada komitmen yang kuat dan tindakan tepat yang diambil oleh semua pemangku kepentingan,” demikian penjelasan Unicef.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN