Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. ( Foto: AFP / Saul Loeb )

Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. ( Foto: AFP / Saul Loeb )

Gubernur The Fed Dituding Berupaya Melemahkan Sistem Perbankan AS

Rabu, 29 September 2021 | 13:48 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Senator Elizabeth Warren pada Selasa (28/9) waktu setempat menuding Gubernur The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell telah memimpin upaya untuk melemahkan sistem perbankan Amerika Serikat (AS). Dia pun berjanji menentang pencalonannya lagi.

Dalam pernyataan yang dibuat selama dengar pendapat di hadapan Komite Perbankan Senat, senator dari Demokrat Massachusetts itu mengutip beberapa contoh, di mana dia mengatakan Powell dari The Fed telah mempermudah peraturan perbankan pasca krisis keuangan.

“Catatan Anda memberi saya kekhawatiran besar. Berkali-kali, Anda telah bertindak untuk membuat sistem perbankan kami kurang aman, dan itu membuat Anda menjadi orang yang berbahaya untuk mengepalai The Fed, dan itulah mengapa saya akan menentang pencalonan kembali Anda," ujar Warren yang dikutip CNBC.

Namun, Powell tidak menanggapi pernyataan Warren soal rencana penentangannya.

Warren menambahkan bahwa langkah-langkah deregulasi dapat menyebabkan bencana lain, seperti yang dialami AS selama peristiwa kehancuran institusi Wall Street pada 2008-2009.

Senator Demokrat Massachusetts, Elizabeth Warren. ( Foto: Tom Williams / Pool via REUTERS )
Senator Demokrat Massachusetts, Elizabeth Warren. ( Foto: Tom Williams / Pool via REUTERS )

Dia menyebut Powell "beruntung" karena sejauh ini bank-bank dapat menghindari masalah besar. Ia juga menunjukkan insiden runtuhnya Archegos Capital Managemen, dan kebutuhan kolektif industri perbankan akan bantuan bank sentral AS itu selama pandemi virus corona merupakan tindakan berbahaya terhadap sistem yang diperburuk oleh langkah deregulasi.

"Sejauh ini Anda beruntung. Tapi kecelakaan 2008 menunjukkan apa yang terjadi ketika keberuntungan habis. Benih-benih kehancuran 2008 ditanam bertahun-tahun sebelumnya oleh regulator besar seperti The Federal Reserve yang menolak mengendalikan bank-bank besar. Saya datang ke Washington setelah kecelakaan 2008 untuk memastikan hal seperti itu tidak akan pernah terjadi lagi," ungkap Warren.

Sebagai informasi, Powell telah menjabat sejak 2018 dan masa jabatannya berakhir pada Februari mendatang.

Wall Street sendiri banyak berharap bahwa Presiden Joe Biden bakal mencalonkan kembali Powell, meskipun Warren dan senator lain yang lebih liberal kemungkinan memberikan beberapa perlawanan.

Bahkan jika dia berusaha memberi Powell masa jabatan lagi, Biden akan memiliki kesempatan untuk membentuk The Fed kembali.

Masa jabatan Randal Quarles, sebagai wakil ketua The Fed saat ini yang bertanggung jawab di bidang pengawasan, dilaporkan berakhir pada Oktober. Sementara itu anggota Dewan Gubernur The Fed saat ini, Lael Brainard - yang menykai sistem pengaturan lebih kuat - sering disebut sebagai pengganti potensial.

Wakil Ketua The Fed, Richard Clarida yang masa jabatannya Dewan Gubernur Federal Reserve berakhir pada Januari, masih mengincar lowongan lain di dewan.

Senator Demokrat New Jersey, Robert Menendez juga menanyai Powell selama rapat dengar pendapat, entang kurangnya keragaman di bank sentral.

Biden sepertinya akan menghadapi tekanan untuk memberikan keberagaman anggota di dalam The Fed.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : CNBC

BAGIKAN