Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.  ( Foto: STEFAN ROUSSEAU / POOL / AFP )

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. ( Foto: STEFAN ROUSSEAU / POOL / AFP )

PM Johnson Tetap Optimistis dengan Ekonomi Inggris

Senin, 4 Oktober 2021 | 06:58 WIB
Iwan Subarkah (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

MANCHESTER, investor.id – Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson pada Sabtu (2/10) mengatakan, Inggris akan tetap menjalankan agenda-agenda pasca-Brexit. Sekalipun krisis rantai pasokan semakin menghimpit negara ini dan disebut-sebut diperburuk dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE).

Para petinggi Partai Konservatif Inggris dijadwalkan berkumpul pada Minggu (3/10) di Manchester untuk konferensi tahunan yang pertama sejak 2019. Karena konferensi yang tahun lalu urung terlaksana akibat pandemi Covid-19.

Dalam pesannya sebelum konferensi tersebut, Johnson bertekad untuk tetap menjalankan rencana pemulihan pasca-Covid dengan memperbaiki infrastruktur hingga mengatasi dampak-dampak dari perubahan iklim.

“Pemerintahan Konservatif ini memiliki rekam jejak untuk selalu menuntaskan prioritas-prioritas rakyat. Kami berhasil menuntaskan Brexit dan mencapai kesepakatan dengan UE, yang berarti memegang janji pemilu,” ujar Johnson, merujuk pada kemenangan telak kubu Konservatif pada 2019 dan kesepakatan dengan UE pada akhir 2020.

Tapi Johnson dihadapkan pada tantangan-tantangan sangat berat. Tidak hanya atas penanganan pandemi, juga serangkaian persoalan dari mulai pajak hingga imigrasi.

Pemerintahan Johnson menyebut eksodus para sopir truk asing disebabkan oleh krisis kesehatan global. Bukan karena efek dari Brexit. Padahal pergerakan bebas orang praktis berakhir pada Januari 2021, dengan resminya Inggris keluar dari UE.

Alhasil, pengiriman barang ke toko-toko swalayan terhambat. Rak-rak di sana yang kosong menjadi pemandangan sehari-hari.

Sementara kekurangan sopir truk tangki menyebabkan kekurangan pasokan bahan bakar minyak (BBM) sehingga memicu aksi beli panik di stasiun-stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU. Johnson sampai mengerahkan tentara untuk mengirimkam BBM ke pom-pom bensin tersebut.

Sekarang, masa liburan Natal mendekat. Sudah ada peringatan bahwa akan terjadi kekurangan pasokan makanan, mainan, daging kalkun untuk keperluan Natal. Karena masalah di pengiriman dan kurangnya jumlah sopir truk musiman. Karena kebanyakan dari mereka selama ini berasal dari negara-negara di Eropa daratan.

Johnson dapat mengutip keberhasilan dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Yang mana sudah 82% lebih penduduk usia 16 tahun ke atas sudah divaksinasi lengkap. Tapi cara pemerintah menangani pandemi ini tetap tidak sepi dari kritik. Seperti jumlah kematian yang lebih dari 136.000 hingga sangkaan kronisme dalam kontrak-kontrak Covid-19.

Dalam hal Brexit, Johnson juga memicu kemarahan UE karena mengancam akan mengesampingkan ketentuan perdagangan menyangkut Irlandia Utara. Ia juga sudah menunda implementasi penuh birokrasi pemeriksaan di perbatasan untuk barang-barang impor dari UE.

Pada saat yang sama, Johnson dihujani kritik karena tidak berbuat banyak untuk mengatasi semakin banyaknya jumlah migran yang mendarat di pantai Channel dari Prancis. Pertikaian dengan Prancis juga memanas karena Inggris menolak banyak aplikasi lisensi menangkap ikan di perairan-perairan yang masuk wilayah Inggris oleh nelayan dari Prancis.

Pekan lalu, ketua Partai Buruh Keir Starmer menyerang Johnson sebagai pemimpin yang tak punya rencana tapi hanya terobsesi dengan Brexit.

“Kita sekarang mengalami sekaligus krisis BBM, krisis upah, krisis kelangkaan barang, dan krisis naiknya biaya hidup,” kata Starmer.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN