Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala tersenyum saat diwawancarai oleh AFP, di rumahnya di Potomac, Maryland, pada 16 Februari 2021. ( Foto: 
Bastien Inzaurralde / AFP )

Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala tersenyum saat diwawancarai oleh AFP, di rumahnya di Potomac, Maryland, pada 16 Februari 2021. ( Foto: Bastien Inzaurralde / AFP )

Perdagangan Barang Lampaui Level Pra-Pandemi

Selasa, 5 Oktober 2021 | 06:11 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JENEWA, investor.id – Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) mengatakan pada Senin (4/10), bahwa kebangkitan kembali aktivitas ekonomi global telah meningkatkan arus penjualan barang dagangaan di atas level puncak pra-pandemi Covid-19.

“WTO sekarang memprediksi pertumbuhan volume perdagangan barang global sebesar 10,8% pada 2021 – naik dari 8,0% yang diperkirakan pada Maret – diikuti oleh kenaikan 4,7% pada 2022, naik dari 4% yang tercatat sebelumnya,” demikian pernyataan WTO saat melaporkan kenaikan prediksi perdagangan 2021 dan 2022, yang dilansir AFP.

Menurut badan perdagangan global, tingkat pertumbuhan tahunan yang kuat untuk perdagangan barang pada 2021 terutama disebabkan oleh keruntuhan yang terjadi pada 2020, yakni ketika perdagangan mencapai titik terendah pada kuartal kedua.

Selain itu, tingkat pertumbuhan diperkirakan menjadi moderat karena perdagangan barang dagangan kembali ke tren jangka panjang sebelum krisis Covid-19 melanda.

“Masalah sisi pasokan, seperti kelangkaan semikonduktor dan tumpukan (kargo) di pelabuhan dapat membebani rantai pasokan, tetapi tidak mungkin berdampak besar pada agregat global,” kata pakar di WTO.

Mereka mengatakan, bahwa risiko penurunan terbesar datang dari pandemi itu sendiri.

“Perdagangan telah menjadi alat penting dalam memerangi pandemi, dan pertumbuhan yang kuat ini menggarisbawahi betapa pentingnya perdagangan dalam menopang pemulihan ekonomi global,” tutur Direktur Jenderal (Dirjen) WTO, Ngozi Okonjo-Iweala.

Tetapi ditambahkan oleh Okonjo-Iweala, bahwa akses yang tidak adil terhadap vaksin telah memperburuk divergensi ekonomi antar wilayah.

“Semakin lama ketidaksetaraan vaksin dibiarkan, semakin besar peluang munculnya varian Covid-19 yang lebih berbahaya, menghambat kemajuan kesehatan dan ekonomi yang telah kita buat hingga saat ini. Sementara daerah dengan akses ke Covid-19 dan ruang fiskal cukup pulih dengan kuat, namun daerah yang lebih miskin dengan sebagian besar populasi yang tidak divaksinasi mengalami ketertinggalan,” katanya.

Di sisi lain, konferensi tingkat menteri ke-12 WTO akan diadakan di Jenewa, Swiss mulai 30 November hingga 3 Desember. Menurut Okonjo-Iweala, salah satu tujuan utama dari kegiatan tersebut adalah mendorong pembicaraan perdagangan yang telah lama terhambat tentang subsidi perikanan di garis akhir.

Mantan menteri keuangan dan luar negeri Nigeria itu memulai masa jabatan empat tahunnya di WTO pada Maret. Okonjo-Iweala diberhentikan menyusul laporan berita bohong bahwa dia mengancam mengundurkan diri jika tidak ada kemajuan yang dibuat dalam kemandekan besar di badan perdagangan global itu. 


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN