Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Standard and Poor’s

Standard and Poor’s

Perusahaan Properti Tiongkok Turun Peringkat di Tengah Krisis Evergrande

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 17:13 WIB
Parina Theodora

Shanghai/London-Krisis yang dipicu Evergrande Group mendorong kenaikan risiko pasar utang yang berujung pada penurunan peringkat kredit. Dikutip dari Reuters, Evergrande, yang memiliki kewajiban lebih dari USD 300 miliar dan 1.300 proyek real estat di lebih dari 280 kota, tidak mampu membayar pembayaran bunga obligasi globalnya untuk ketiga kali pada minggu ini. Kondisi tersebut meningkatkan berpotensi gagal bayar.

Lembaga pemeringkat S&P Global menurunkan peringkat untuk dua perusahaan besar di sektor ini, yaitu; Greenland Holdings dan E-house.

"Kami melihat risiko bahwa koreksi yang tidak teratur di pasar properti dapat menyebabkan penurunan harga yang tajam, memukul kekayaan pribadi pemilik rumah," kata Kim Eng Tan, analis kredit di S&P Ratings dalam sebuah laporan.

Evergrande tidak bisa membayar kupon obligasi senilai hampir USD 150 juta untuk tiga obligasi yang jatuh tempo pada hari Senin (11/8). Begitupun dengan dua pembayaran lain yang dilewatkan juga pada September 2021.

Unit utama Evergrande, Hengda Real Estate Group Co, menghadapi pembayaran kupon obligasi senilai 121,8 juta yuan pada 19 Oktober. Sementara, Evergrande memiliki kupon obligasi berdenominasi dolar senilai USD 14,25 juta yang jatuh tempo pada 30 Oktober.

Tekanan utang sektor properti makin meluas. Pengembang properti Tiongkok harus membayar kupon obligasi yang tinggi senilai USD 555,88 juta pada bulan ini, dan hampir USD 1,6 miliar yang harus dibayarkan sebelum akhir tahun. Data Refinitiv menunjukkan setidaknya USD 92,3 miliar yang jatuh tempo tahun depan.

Saingan Evergrande yaitu; Fantasia juga telah melewatkan pembayaran. Sementara Modern Land dan Sinic Holdings mencoba untuk menunda tenggat waktu pembayaran, yang kemungkinan besar dikategorikan gagal bayar oleh lembaga pemeringkat.

Editor : Parina Theodora (theo_olla@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN