Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chairman Evergrance, Xu Jiayin (kiri) saat foto bersama pelatih sepak bola pemenang Piala Dunia Marcello Lippi dalam upacara penandatanganan di Guangzhou, provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, pada 17 Mei 2012. ( Foto: STR / AFP )

Chairman Evergrance, Xu Jiayin (kiri) saat foto bersama pelatih sepak bola pemenang Piala Dunia Marcello Lippi dalam upacara penandatanganan di Guangzhou, provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, pada 17 Mei 2012. ( Foto: STR / AFP )

Kekayaan Pribadi Bos Evergrande untuk Bayar Utang Perusahaan

Rabu, 27 Oktober 2021 | 12:37 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BEIJING, investor.id – Laporan media yang dilansir AFP menyebutkan bahwa pihak berwenang Tiongkok telah menyampaikan kepada Pendiri Evergrande, Xu Jiayin supaya menggunakan kekayaan pribadinya untuk meringankan krisis utang perusahaan. Xu sendiri penah menjadi orang paling kaya di Negeri Tirai Bambu itu.

Krisis likuiditas di salah satu pengembang properti terbesar Tiongkok tersebut telah memukul sentimen investor dan mengguncang pasar real estat yang penting di negara itu, serta meningkatkan kekhawatiran kemungkinan masalah ekonomi yang merembet lebih luas.

Pekan lalu, Evergrande secara tak terduga membayar bunga obligasi luar negeri tepat sebelum batas waktu pada Sabtu (23/10), sehingga mencegah gagal bayar (default) dan memberikan penangguhan hukuman yang sangat dibutuhkan. Evergrande juga melaporkan sudah melanjutkan pekerjaan pada lebih dari 10 proyek yang terhenti.

Namun, Bloomberg News melaporkan pada Selasa (26/10) bahwa pihak berwenan Tiongkok telah mendorong Xu – yang akrab disapa Hui Ka Yan dalam bahasa Kanton – untuk merogoh koceknya sendiri demi membantu melunasi sebagian hutang perusahaan. Demikian dikutip dari para sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Laporan juga mengatakan arahan dari otoritas Tiongkok datang setelah Evergrande melewatkan pembayaran bunga obligasi awal yang jatuh tempo pada 23 September. Namun, kecil kemungkinan pengorbanan pribadi Xu akan berdampak besar pada kewajiban Evergrande yang mencapai lebih dari US$ 300 miliar. Sedangkan, Bloomberg melaporkan kekayaan Xu hanya kurang dari US$8 miliar.

Disebutkan bahwa Xu (63 tahun), pernah menjadi orang paling kaya di Tiongkok dengan nilai kekayaan lebih dari US$ 40 miliar pada beberapa tahun lalu, sebelum krisis Evergrande mencuat.

Menurut sumber yang dikutip Bloomberg, pemerintah daerah di seluruh Tiongkok sedang memantau rekening bank milik para pengembang guna memastikan uang tunai perusahaan digunakan untuk menyelesaikan proyek perumahan yang belum selesai, dan tidak dialihkan membayar kreditur.

Tindakan tegas terhadap sektor real estat Tiongkok yang terlilit utang hingga mendorong krisis uang tunai Evergrande juga telah memukul beberapa pengembang lainnya, seperti Sinic dan Fantasia di antara yang gagal melakukan pembayaran utang.

Pada Rabu (27/10), lembaga pemeringkat Fitch menurunkan peringkat pengembang properti Tiongkok lain, Modern Land karena gagal melakukan pembayaran US$ 250 juta di pekan ini. Alhasil, regulator utama Tiongkok juga mendesak perusahaan untuk memenuhi pembayaran obligasi luar negeri mereka dalam sebuah pernyataan pada Selasa.

Sebagai informasi, penderitaan Evergrande datang ketika Presiden Tiongkok Xi Jinping meningkatkan retorika kampanye kemakmuran bersama yang dirancang untuk menyamaratakan kekayaan dan memperketat pengawasan terhadap raksasa swasta dalam negeri.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN