Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen. ( Foto: SAUL LOEB / AFP )

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen. ( Foto: SAUL LOEB / AFP )

Yellen: Inflasi Bulanan akan kembali ke 0,2%-0,3% pada Semester II-2022

Rabu, 24 November 2021 | 06:13 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen memperkirakan rekor inflasi tertinggi saat ini akan mereda dan inflasi bulanan akan turun ke kisaran 0,2% atau 0,3% pada semester kedua 2022.

“Saya berharap dan memperkirakan pada semester kedua tahun depan, untuk melihat tingkat indeks harga konsumen (CPI) bulanan mencapai kisaran 0,2% atau 0,3%. Saya pikir, pada paruh kedua tahun depan kita akan mulai melihat inflasi mereda. Bagaimana cara Anda dapat memperkirakan itu dengan melihat tingkat inflasi bulanan," kata Yellen pada pertemuan tahunan Kamar Dagang Industri Greater Providence di negara bagian Rhode Island, Senin (22/11) waktu setempat, yang dilansir AFP.

Presiden AS Joe Biden telah menjadikan perlawanan terhadap inflasi sebagai prioritas utama, setelah data menunjukkan harga konsumen mencapai tingkat tertinggi selama 30 tahun pada Oktober 2021. Hal ini memicu kemerosotan dalam persetujuan publik atas Biden.

Pada Oktober 2021 harga-harga naik 0,9% dibandingkan dengan September 2021, menurut IHK dari Departemen Tenaga kerja. Dibandingkan pada Oktober 2020, inflasi mencapai 6,2% atau level tertinggi dalam 30 tahun.

Tingkat inflasi tahunan akan menurun pada kecepatan yang lebih lambat, kata Yellen. Ia menambahkan bahwa ketika permintaan bergeser dari barang ke jasa dan vaksinasi meningkat di Asia, tekanan rantai pasokan akan berkurang. Adapun sebagian besar barang yang diimpor dan dijual di AS dan di seluruh dunia diproduksi dari Asia.

Indeks lain yang mengukur inflasi adalah indeks belanja konsumsi pribadi, yakni indeks yang mengukur tingkat kenaikan rata-rata harga dari konsumsi domestik. Metode ini lebih disukai oleh Federal Reserve (The Fed) AS dan dijadwalkan akan dirilis pada Rabu (24/11).

Gubernur Fed Jerome Powell, yang ditunjuk kembali oleh Biden untuk masa jabatan kedua, mengatakan bahwa regulator akan bekerja untuk mencegah berlanjutnya tingkat inflasi AS yang tertinggi.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN