Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. ( Foto: MANDEL NGAN / AFP )

Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. ( Foto: MANDEL NGAN / AFP )

The Fed: Omicron akan Menimbulkan Risiko bagi Ekonomi AS

Selasa, 30 November 2021 | 10:45 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Gubernur The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell menyampaikan dalam pernyataan yang dirilis, Senin (29/11) waktu setempat bahwa varian Covid-19 Omicron dapat memperlambat pemulihan ekonomi dan pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS), serta meningkatkan ketidakpastian atas laju inflasi.

Powell sendiri secara konsisten mengatakan lonjakan inflasi baru-baru ini akan bersifat sementara. Tetapi ia mengakui, faktor-faktor yang mendorong harga AS lebih tinggi akan bertahan hingga tahun depan.

Komentar yang bakal disampaikan di hadapan Komite Perbankan Senat pada Selasa (30/11) waktu setempat, menunjukkan semakin khawatirnya kepala bank sentral AS terhadap kenaikan harga tahun ini, yang telah memberikan tekanan pada bank sentral untuk menaikkan suku bunga lebih cepat.

Sebagai informasi, pada hari-hari awal pandemi Covid-19, The Fed telah memangkas tingkat suku bunga menjadi nol dan membanjiri sistem keuangan dengan likuiditas, bersamaan dengan bantuan besar-besaran pemerintah guna membantu mencegah penurunan ekonomi yang lebih merusak.

“Sementara ekonomi AS terus menguat, kebangkitan pandemi telah menganggu pemulihan, dimulai dengan kedatangan varian Delta selama musim panas,” ujar Powell, yang dikutip AFP.

Varian terbaru Covid-19, yang pertama kali muncul di Afrika Selatan, pun telah mengejutkan para pejabat kebijakan dan kesehatan global. Alhasil, mereka harus berjuang untuk menentukan apakah Omicron lebih menular atau lebih serius, dan apakah vaksin saat ini akan sama efektifnya terhadap varian baru tersebut.

Pasar keuangan dilaporkan merosot pada Jumat (26/11) di tengah kekhawatiran ekonomi global akan mengalami kemunduran parah, tetapi kemdian menunjukkan rebound pada Senin.

“Peningkatan kasus Covid-19 baru-baru ini dan munculnya varian Omicron menimbulkan risiko penurunan terhadap pekerjaan dan aktivitas ekonomi, dan meningkatkan ketidakpastian inflasi. Kekhawatiran yang lebih besar tentang virus dapat mengurangi kesediaan orang untuk bekerja secara langsung, yang mana bakal memperlambat kemajuan di pasar tenaga kerja dan mengintensifkan gangguan rantai pasokan,” demikian penjelasan Powell.

Kendala-kendala global tersebut telah menyebabkan kelangkaan berbagai produk, sementara permintaan barang yang terpendam juga berkontribusi pada lonjakan harga.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN