Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Anak-anak Afghanistan berjalan menuju bus yang akan membawanya ke pusat pemrosesan pengungsi di Bandara Internasional Dulles, Virginia, pada 24 Agustus 2021. ( Foto: JOSHUA ROBERTS / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Anak-anak Afghanistan berjalan menuju bus yang akan membawanya ke pusat pemrosesan pengungsi di Bandara Internasional Dulles, Virginia, pada 24 Agustus 2021. ( Foto: JOSHUA ROBERTS / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Bank Dunia Berencana Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Afghanistan

Selasa, 30 November 2021 | 11:44 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Bank Dunia akan mempertimbangkan rencana kompromi penyaluran bantuan kemanusiaan ke Afghanistan dengan mengalihkan dana yang dimaksudkan untuk upaya pembangunan kembali. Demikian menurut para sumber kepada AFP, pada Senin (29/11).

Menurut sumber, manajemen Bank Dunia bakal membahas proposal di pertemuan dewan informal pada Selasa (30/11) untuk mengarahkan kembali anggaran dari Dana Perwalian Rekonstruksi Afghanistan (Afghanistan Reconstruction Trust Fund/ARTF) dengan tujuan mendukung upaya kemanusiaan melalui PBB, dan lembaga kemanusiaan lainnya dengan kehadiran serta kemampuan logistik di negara itu.

Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan sekitar 22 juta warga Afghanistan, atau lebih dari separuh negara, akan menghadapi kekurangan pangan akut di bulan-bulan musim dingin karena efek gabungan dari kekeringan yang disebabkan oleh pemanasan global, dan krisis ekonomi yang diperparah oleh pengambilalihan kelompok Taliban pada Agustus.

Krisis keuangan di Afghanistan dilaporkan memburuk setelah Pemerintah Amerika Serikat (AS) membekukan sekitar US$ 10 miliar dari cadangan negara. Kondisi ini semakin parah setelah Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) menghentikan akses Afghanistan ke pendanaan.

Langkah Bank Dunia tersebut merupakan bagian dari kompromi yang dicapai dengan PBB dan Pemerintah AS, supaya dapat mengalihkan dana ARTF hingga US$500 juta ke kelompok-kelompok kemanusiaan. Demikian menurut laporan kantor berita Reuters, mengutip dari para sumber yang mengetahui rencana tersebut.

Hasil kompromi tersebut akan membuka bantuan tetapi melewati Taliban.

“Langkah selanjutnya dan waktu rilis akan tergantung pada para donor ARTF,” kata sumber itu kepada AFP.

Menurut situs, pendanaan tersebut saat ini memiliki 34 donor dan merupakan sumber dana tunggal terbesar untuk pembangunan Afghanistan, yang dapat membiayai hingga 30 persen anggaran sipil Afghanistan serta mendukung fungsi inti pemerintah.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN