Menu
Sign in
@ Contact
Search
Fasilitas pengolahan minyak mentah. ( Foto ilustrasi: AFP/File / Haidar Mohammed Ali )

Fasilitas pengolahan minyak mentah. ( Foto ilustrasi: AFP/File / Haidar Mohammed Ali )

Kekhawatiran Omicron Berlebihan, Harga Minyak Rebound

Selasa, 30 November 2021 | 06:28 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Harga minyak mentah pada Senin (29/11) dilaporkan rebound hampir 5% menjadi US$ 76 per barel. Hal ini dikarenakan beberapa investor menilai kejatuhan di pasar minyak dan finansial pada Jumat (26/11) terkait varian baru virus corona, Omicron, adalah sesuatu yang berlebihan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diperlukan waktu berpekan-pekan untuk memahami tingkat keparahan dari varian baru tersebut. Sementara itu, seorang dokter di Afrika Selatan yang telah merawat pasien kasus varian Omicron, mengatakan bahwa sejauh ini gejala-gejala yang ditunjukkan masih tampak ringan.

Harga minyak mentah acuan Brent pada pukul 10.47 GMT mencapai US$ 3,24 atau 4,5% lebih tinggi pada US$ 75,95 per barel. Harga minyak ini sempat meluncur US$ 9,50 pada Jumat. Harga minyak mentah acuan Amerika Serikat (AS), West Texas Intermediate (WTI) naik US$ 3,12 atau 4,6%, menjadi US$ 71,27, setelah turun US$ 10,24 pada sesi sebelumnya.

“Kami melihat beberapa koreksi karena penurunan harga minyak pada Jumat telah berlebihan,” kata Tatsufumi Okoshi, ekonom senior di Nomura Securities, yang dikutip Reuters.

Penurunan yang terjadi pada Jumat, merupakan kontraksi satu hari terbesar sejak April 2020. Kondisi ini mencerminkan kekhawatiran bahwa larangan perjalanan akan menekan permintaan bahan bakar.

Menurut analisis, penurunan itu diperburuk oleh likuiditas yang rendah karena hari libur AS, karena kekhawatiran permintaan tidak membenarkan penurunan tersebut

“Faktor ketakutan menguasai pasar keuangan pada Jumat. Pada dasarnya, pembatasan perjalanan udara internasional yang telah diumumkan dan diberlakukan tidak dapat menjelaskan penurunan yang begitu tajam,” ujar Norbert Ruecker dari Swiss bank Julius Baer

Ketenangan serupa juga kembali dialami pasar keuangan pada Senin, karena para investor sedang menunggu penjelasan lebih lanjut tentang varian baru Covid-19 Omicron. Selain itu, pasar saham di Eropa pun dilaporkan rebound, sementara obligasi safe haven melemah.

“Saya merasa bahwa posisi terendah pada Jumat mungkin merupakan tawaran terbaik tahun ini, jika Anda adalah pembeli minyak, spekulatif atau fisik,” tutur Jeffrey Halley dari OANDA.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com