Menu
Sign in
@ Contact
Search
World Economic Forum (WEF). Foto: dw.com

World Economic Forum (WEF). Foto: dw.com

WEF: Kesenjangan Terkait Covid Picu Ketegangan Sosial

Rabu, 12 Januari 2022 | 12:25 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

DAVOS, investor.id – Hasil penelitian baru yang diterbitkan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/ WEF) mengingatkan bahwa kesenjangan-kesenjangan yang berasal dari pandemi virus corona Covid-19 dapat memicu ketegangan domestik dan lintas batas di seluruh dunia.

Laporan Risiko Global atau“Global Risks Report” yang dirilis tahun ini oleh WEF menggambarkan perbedaan global di mana negara-negara miskin memiliki tingkat vaksinasi Covid- 19 yang jauh lebih rendah dan, oleh karenanya, mereka menghadapi masalah ekonomi yang lebih berkepanjangan.

“Covid-19, dan konsekuensi ekonomi dan sosialnya terus menjadi ancaman kritis bagi dunia. Ketidaksetaraan vaksin, dan risiko pemulihan ekonomi tidak merata yang mengakibatkan keretakan sosial dan ketegangan geopolitik.

Divergensi global yang dihasilkan pun bakal menciptakan ketegangan – di dalam dan lintas batas – yang berisikomemperburuk dampak pandemi, dan memperumit koordinasi yang diperlukan untuk mengatasi tantangan bersama,” demikian penjelasan WEF dalam laporan yang diterbitkan Selasa (11/1).

Selain jumlah korban meninggal dunia yang dahsyat, menurut mayoritas ekonom, salah satu dampak paling langsung dari pandemi virus corona adalah meningkatnya ketimpangan.

Dalam catatan mereka, banyak orang menghadapi ketidakamanan dalam hal pekerjaan atau tidak memiliki sarana untuk menghadiri pendidikan secara daring (online) karena terkendala karantina atau lockdown.

Sedangkan negara-negara kaya telah memiliki akses sebelumnya ke vaksin Covid-19 dan banyak yang sudah memberikan dosis vaksin ketiga atau bahkan keempat kepada warganya.

Sementara itu, negara-negara miskin berjuang untuk melihat populasi mereka sedikitnya menerima dosis pertama. Berdasarkan catatan Our World in Data, di Ethiopia baru 1,3% orang mendapat vaksinasi lengkap untuk melawan Covid. Sementara itu di Nigeria baru 2,1%.

Bandingkan dengan di Amerika Serikat (AS) yang telah memberikanvaksinasi lengkap kepada 62% warganya. Bahkan di Uni Emirat Arab (UEA) dan Portugal telah mencapai sekitar 90% warganya yang divaksinasi.

“Ada kekhawatiran utama tentang krisis mata pencaharian. Di mana hal itu sebenarnya nomor dua dalam daftar ini, kekhawatiran yang begitu besar seputar pekerjaan dan apa yang terjadi di pasar tenaga kerja.

Ada pula kekhawatiran seputar krisis kesehatan mental dan itu menambah erosi kohesi sosial, misalnya ada 53 juta kasus baru depresi, terutama karena Covid,” ungkap Saadia Zahidi, direktur pelaksana WEF, tentang hasil Laporan Risiko Global kepada Julianna Tatelbaum dari CNBC.

Prospek Suram

Dalam laporan WEF, hampir 1.000 pakar dan pemimpin global dari akademisi, bisnis, masyarakat sipil, pemerintah dan organisasi lain mengatakan risiko sosial paling memburuk sejak pandemi dimulai. Risiko-risiko spesifik terebut termasuk kohesi sosial dan penurunan kesehatan mental.

Selain itu, hanya 16% responden yang mengatakan merasa positif dan optimistis tentang prospek dunia. Selanjutnya, hanya 11% yang meyakini pemulihan global akan semakin cepat.

Sebelumya Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pada Oktober, bahwa tingkat pertumbuhan global 2021 mencapai sebesar 5,9% dan 4,9% pada 2022. Tetapi prakiraan ini dirilis sebelum muncul kekhawatiran atas varian Covid-19 baru, yang dikenal sebagai Omicron.

Sejak itu, IMF mengakui bahwa angka-angka ini mungkin direvisi turun akibat pemberlakuan aturan baru pembatasan terkait Covid. (sumber lain)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com