Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Empat jarum suntik dengan latar belakang kata Omicron. Foto ilustrasi: Justin Tallis / AFP

Empat jarum suntik dengan latar belakang kata Omicron. Foto ilustrasi: Justin Tallis / AFP

Omicorn Masih Harus Dihindari, Ini Alasannya!

Jumat, 14 Januari 2022 | 09:42 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

MANHATTAN, investor.id - Banyak pihak yang bertanya mengapa harus mengambil tindakan pencegahan ekstrem terhadap penyakit virus corona (Covid-19). Pasalnya, jumlah penularan varian Omicron yang tinggi akan membuat hampir semua orang terkena penyakit tersebut.

Varian Omicron menyebar cepat, namun tampaknya menyebabkan penyakit yang lebih ringan dibandingkan dengan varian sebelumnya. Hal ini telah memicu pandangan bahwa Covid-19 memiliki risiko yang lebih kecil daripada di masa lalu.

Dalam hal ini beberapa orang bertanya mengapa berusaha keras untuk mencegah terinfeksi sekarang, karena semua orang akan terkena virus cepat atau lambat? Inilah mengapa para ahli mengatakan saat ini bukan waktunya untuk berpuas diri tentang varian Omicron.

Masih Bisa Terkena Penyakit Berat

Penelitian telah menunjukkan bahwa varian Omicron mungkin cenderung mengarah pada kasus Covid-19 tanpa gejala dibandingkan varian yang muncul sebelumnya. Bagi mereka yang memiliki gejala, lebih banyak dilaporkan penyakit yang sangat ringan, seperti sakit tenggorokan atau pilek tanpa kesulitan bernapas yang terjadi dari infeksi varian sebelumnya.

Namun penyebaran Omicron yang cepat dan meluas di banyak negara berarti lebih banyak orang akan mengalami penyakit parah. Secara khusus, data terbaru dari Italia dan Jerman menunjukkan bahwa orang yang tidak divaksinasi jauh lebih rentan dalam hal rawat inap, perawatan intensif, dan angka kematian.

"Saya setuju bahwa cepat atau lambat semua orang akan terpapar, tetapi nanti lebih baik. Mengapa? Karena nanti kita akan memiliki obat dan vaksin yang lebih baik dan lebih banyak tersedia," kata pakar virus Michel Nussenzweig dari Universitas Rockefeller, Kamis.

Bisa Menularkan Orang Lain

Meskipun hanya sakit ringan, pasien tetap menularkan virus ke orang lain yang berisiko terkena penyakit kritis. Bahkan jika seseorang memiliki antibodi dari infeksi sebelumnya atau dari vaksinasi, penyakit kritis bisa muncul, kata Akiko Iwasaki yang mempelajari imunologi virus di Universitas Yale.

Efek Panjang Tidak Diketahui

Varian Omicron. Foto: Istimewa
Varian Omicron. Foto: Istimewa

Infeksi dengan varian virus corona sebelumnya, termasuk infeksi ringan dan kasus setelah vaksinasi, terkadang menyebabkan sindrom Covid-19 jangka panjang (Long Covid-19) yang melemahkan.

"Kami belum memiliki data tentang berapa proporsi infeksi dengan Omicron ... berakhir dengan Long Covid-19," kata Iwasaki.

"Orang yang meremehkan Omicron sebagai (penyakit) ringan menempatkan diri mereka pada risiko penyakit yang melemahkan, yang dapat bertahan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun," jelasnya.

Juga tidak jelas apakah Omicron akan memiliki efek "diam" yang terlihat pada varian sebelumnya, seperti antibodi yang menyerang sendiri, gangguan sperma, dan perubahan sel penghasil insulin.

Persediaan Obat Sedikit

Perawatan Omicron sangat terbatas sehingga dokter harus membatasi pemberian obat. Dua dari tiga obat antibodi yang digunakan selama gelombang Covid-19 sebelumnya tidak efektif melawan varian ini.

Sotrovimab dari GlaxoSmithKline tidak banyak tersedia. Demikian juga untuk pengobatan antivirus oral baru yang disebut Paxlovid dari Pfizer Inc., yang tampaknya efektif melawan Omicron. Jika sakit, pasien mungkin saja tidak mendapat akses ke perawatan.

Rumah Sakit Penuh

Pada individu yang telah divaksinasi penuh tanpa kondisi medis bawaan, Omicron tidak akan menyebabkan terlalu banyak kerusakan, kata profesor mikrobiologi dan imunologi Universitas Columbia David Ho.

Namun, semakin sedikit infeksi maka akan semakin baik, terutama sekarang. "Ketika rumah sakit sudah kewalahan dan puncak gelombang Omicron belum datang (untuk sebagian besar Amerika Serikat)," kata Ho.

Karena rekor jumlah pasien yang terinfeksi, rumah sakit harus menunda operasi elektif dan perawatan kanker. Selama lonjakan masa lalu, rumah sakit yang kewalahan tidak dapat menangani keadaan darurat lainnya dengan benar, seperti serangan jantung.

Kemungkinan Varian Baru

Omicron adalah varian kelima yang sangat signifikan dari SARS-COV-2 yang pertama kali muncul. Masih harus dilihat apakah kemampuan virus untuk mutasi lanjutan bisa melambat.

Tingkat infeksi yang tinggi juga memberi virus lebih banyak peluang mutasi. Tidak ada jaminan bahwa versi baru virus corona akan lebih jinak daripada pendahulunya. "SARS-CoV-2 telah mengejutkan kami dengan berbagai cara selama dua tahun terakhir. Dan kami tidak memiliki cara untuk memprediksi lintasan evolusi virus ini," ujar Ho. (sumber lain)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN