Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mobil Tesla sedang dipamerkan di showroom di Aventura Mall   Miami, Florida.  Foto ilustrasi: JOE RAEDLE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP

Mobil Tesla sedang dipamerkan di showroom di Aventura Mall Miami, Florida. Foto ilustrasi: JOE RAEDLE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP

Musk: Ada Masalah dengan Pemerintah, Peluncuran Tesla di India Tertunda

Jumat, 14 Januari 2022 | 13:32 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

MUMBAI, investor.id - Pengusaha miliarder Elon Musk mengatakan pada Kamis (13/1) bahwa pelopor mobil listrik Tesla sedang melewati banyak tantangan dengan pemerintah India, menjelang rencana yang telah lama ditunggu-tunggu untuk peluncuran di negara itu. Harapan Tesla untuk menjual kendaraannya di salah satu pasar terbesar dunia terhenti oleh upaya untuk menegosiasikan bea masuk yang lebih rendah, yang bisa mencapai 100%.

Menanggapi unggahan di media sosial Twitter yang menanyakan tentang tanggal peluncuran potensial di India, Musk menyampaikan kendala yang masih dihadapi.

“Masih bekerja melalui banyak tantangan dengan pemerintah,” tulisnya, Kamis, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Musk pada Juli 2021 sempat menyampaikan bahwa perusahaannya yang berbasis di California tersebut ingin memasuki pasar India, rumah bagi 1,3 miliar orang. “Tetapi bea masuknya adalah yang tertinggi di dunia sejauh ini, dari negara besar mana pun,” katanya.

Dia menambahkan bahwa perusahaan mengharapkan keringanan tarif sementara. Pemerintah India mengenakan pajak 100% untuk kendaraan listrik yang diimpor dengan nilai lebih dari US$ 40.000, dan pajak 60% untuk kendaraan yang berharga US$ 40.000 atau kurang dari itu.

Pihak Tesla khawatir bea masuk yang besar akan membuat mereka keluar dari pasar India, yang sensitif terhadap biaya. Otoritas India telah memperkenalkan insentif bagi produsen mobil asing untuk memproduksi kendaraan mereka secara lokal. Tetapi Musk mengatakan dirinya ingin mengukur permintaan pasar terlebih dahulu, hanya dengan impor. Mobil listrik hanya menyumbang 1,3% dari semua kendaraan yang dijual di negara itu pada 2020-2021, menurut penelitian oleh konsultan digital Techarc.

Target pemerintah adalah agar 30% mobil pribadi di India merupakan mobil listrik pada 2030, sebagai bagian dari dorongan yang lebih luas untuk menghilangkan emisi karbon di sektor transportasi.

Sementara itu, otoritas California telah memberi tahu perusahaan tersebut bahwa mereka sedang mempertimbangkan peraturan yang lebih ketat dari alat bantu mengemudi Tesla yang saat ini sedang diuji coba di jalanan umum.

Sebelumnya, beberapa klip di YouTube dan Twitter menunjukkan pengemudi menguji versi beta Full Self-Driving (FSD) tiba-tiba harus menggunakan kembali kendali atas kendaraan mereka untuk mencegah Tesla menabrak tiang atau berubah arah. Unggahan- unggahan tersebut cukup mengganggu publik. (afp)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN