Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden   Foto: BRENDAN SMIALOWSKI / AFP

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden Foto: BRENDAN SMIALOWSKI / AFP

Biden Tingkatkan Tes dan Masker Gratis untuk Melawan Omicron

Sabtu, 15 Januari 2022 | 15:39 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan bahwa pemerintah akan menggandakan jumlah tes cepat (rapid) Covid-19 menjadi satu miliar, yang akan didistribusikan secara gratis untuk digunakan di rumah-rumah. Selain itu, katanya, masker berkualitas tinggi juga akan dibagi-bagikan.

Langkah terbaru pemerintah dilakukan saat Biden menyoroti upaya meredakan lonjakan kasus di tengah gelombang baru virus corona. Pesanan awal adalah untuk 500 juta alat tes rapid dan sekarang pemerintah federal akan membeli satu miliar paket tes rapid virus di rumah-rumah penduduk.

Gelombang awal pengadaan alat tes akan tersedia mulai minggu depan, kata Biden. Pemerintah AS meluncurkan situs web baru di mana orang Amerika dapat meminta alat tes rapid secara gratis.

Selebihnya, pesanan alat tes akan dikirimkan selama beberapa bulan mendatang.

Biden juga mengumumkan bahwa untuk pertama kalinya pemerintah AS berencana membuat masker berkualitas tinggi, termasuk N95 yang paling efektif mencegah penularan virus, tersedia secara gratis. Pemerintah akan mengumumkan rinciannya minggu depan.

Biden juga mengumumkan, mulai minggu depan sebanyak 1.000 personel medis militer akan mulai dikerahkan di seluruh wilayah. Paramedis akan membantu fasilitas kesehatan yang kewalahan dan mengurangi kekurangan staf, karena varian Omicron sangat menular.

Saat berpidato di Gedung Putih, Biden mengatakan enam tim medis militer tambahan akan dikerahkan ke Michigan, New Jersey, New Mexico, New York, Ohio, dan Rhode Island. Banyak fasilitas kesehatan AS yang kesulitan karena pekerjanya dikarantina di rumah, bersamaan dengan lonjakan kasus Covid-19 secara nasional. Tim baru akan ditempatkan di garis depan, sebelum ditangani oleh personel medis yang sebelumnya telah ditugaskan, untuk membantu mengatasi kekuranganakut tenaga medis.

“Saya tahu kita semua frustrasi ketika memasuki tahun baru ini,” kata Biden, ketika kasus virus kembali meningkat. Tetapi ia bersikeras bahwa gelombang ini adalah pandemi bagi orang yang tidak menerima vaksinasi.

Risiko Lebih Kecil

Baik orang yang divaksinasi dan tidak divaksinasi dinyatakan positif terkena virus. Tetapi Biden menekankan data medis, menunjukkan bahwa kemungkinan pasien untuk menderita penyakit serius dan kematian lebih kecil jika telah menerima vaksin.

“Apa yang terjadi setelah itu sangat berbeda,” tukasnya.

Biden sebelumnya menggeser fokus pemerintahan untuk mengurangi dampak pandemi seperti kekurangan bahan makanan dan pembatalan penerbangan, bukan fokus mencegah penularan virus. Pada Selasa (11/1) Plt. Kepala Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) Janet Woodcock mengatakan kepada Kongres bahwa varian virus yang sangat menular akan menginfeksi hampir semua orang.

Menurutnya, fokus pemerintah harus beralih untuk memastikan jasa layanan vital dapat terus berlanjut tanpa gangguan.

“Yang perlu kita lakukan adalah memastikan rumah sakit masih bisa berfungsi. Transportasi, layanan penting lainnya tidak terganggu saat ini terjadi,” tuturnya.

Sementara itu pemerintah AS menyampaikan masih memiliki persediaan lebih dari 750 juta masker N95, kata Gedung Putih minggu ini. Meskipun penelitian telah menunjukkan bahwa masker tersebut menjadi perlindungan yang lebih baik, jenis masker ini kerap tidak nyaman digunakan. Otoritas kesehatan tidak mengubah pedoman untuk merekomendasikan masker kain yang kurang protektif. (sumber lain)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN