Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Derek-derek berada di kawasan konstruksi yang berada di dekat Balai Kota Berlin (kiri belakang), Menara Televisi (tengah belakang), dan sungai Spree di pusat kota Berlin, Jerman,  Foto ilustrasi: Tobias Schwarz / AFP

Derek-derek berada di kawasan konstruksi yang berada di dekat Balai Kota Berlin (kiri belakang), Menara Televisi (tengah belakang), dan sungai Spree di pusat kota Berlin, Jerman, Foto ilustrasi: Tobias Schwarz / AFP

Ekonomi Jerman Kontraksi Hadapi Covid dan Masalah Pasokan

Sabtu, 15 Januari 2022 | 18:36 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

FRANKFURT, investor.id Data resmi yang dirilis pada Jumat (14/1) menunjukkan perekonomian Jerman tahun lalu mengalami pertumbuhan yang rendah. Penyusutan yang terjadi di bulan-bulan terakhir itu kemungkinan dikarenakan pandemi virus corona Covid-19 dan masalah rantai pasokan yang menahan kekuatan industri Eropa.

Pertumbuhan ekonomi Jerman yang hanya 2,7% kemungkinan menjadikannya sebagai negara di Eropa yang tertinggal dalam pemulihan dari goncangan ekonomi akibat pandemi. Menurut prediksi terbaru Komisi Eropa, pertumbuhan di seluruh Uni Eropa (UE) diperkirakan sekitar 5% pada 2021, di mana laju ekonomi Prancis dan Italia melonjak ke depan.

“Terlepas dari situasi pandemi yang berkelanjutan, rebound rendah Jerman telah tercapai, lebih banyak kemandekan pengiriman dan kekurangan bahan. Perekonomian Jerman berhasil pulih dari penurunan tajam tahun lalu meskipun kinerja ekonomi belum mencapai tingkat sebelum krisis lagi,” ujar Kepala Badan Statistik Federal Georg Thiel dalam sebuah pernyataan, yang dirilis AFP.

Pada 2020 – berdasarkan harga dan kalender yang disesuaikan – produk domestik bruto (PDB) Jerman turun 4,9%. Penyebabnya, virus corona memaksa sebagian besar kegiatan di negara dengan kekuatan ekonomi terbesar Eropa berhenti beroperasi.

“Ekspektasi sangat tinggi yang ditempatkan dalam ekonomi Jerman pada awal 2021 hanya terpenuhi sebagian,” kata Fritzi Koehler-Geib, kepala ekonom di kreditur publik Jerman KfW.

Ada pun prediksi awal 2021, mengajukan perkiraan pertumbuhan di atas empat persen. Tetapi proyeksi tersebut secara progresif direvisi turun karena industri terhambat oleh kemandekan dan aturan pembatasan kesehatan baru.

“Dengan lonjakan harga energi ke level tertinggi bertahun-tahun, ekonomi Jerman kemungkinan menyusut antara 0,5% dan satu persen di Kuartal IV 2021,” demikian catatan Destatis.

Masalah Pasokan

Ditambahkan oleh Thiel, bahwa perkembangan ekonomi sangat tergantung pada tingkat kasus infeksi Covid-19 dan langkah-langkah pencegahan pada 2021

Di samping itu, pandemi turut menjadi akar pergolakan dalam rantai pasokan global yang menyebabkan kekurangan bahan baku dan komponen sehingga menghambat aktivitas industri dari bulan ke bulan. Alhasil pabrikan Jerman, dengan jaringan pemasok yang luas dan ketergantungan pada ekspor, sangat terpukul oleh kelangkaan yang meluas. Produsen mobil unggulan Negara itu pun terpaksa menghentikan produksinya sebagai langkah mengatasi kekurangan chip – sebuah komponen kunci dalam kendaraan konvensional dan listrik.

Menurut otoritas transportasi federal, tahun lalu hanya 2,62 juta mobil terjual di Jerman atau 10,1% lebih rendah dari 2020, yakni tahun di mana industri memperlihatkan penurunan angka penjualan karena pandemi.

Belanja Iklim

“Prospek pertumbuhan ekonomi umumnya menguntungkan. Namun risikonya tinggi, terutama dalam jangka pendek. Seperti pada 2021, ada ancaman perubahan ekonomi yang estrem di atas puncak dan lembah gelombang baru corona,” tutur Koehler-Geib.

Kinerja yang lamban telah menjadi perhatian pemerintah baru Kanselir Olaf Scholz, di mana ia berencana meningkatkan ekonomi dengan investasi di bidang iklim.

Menurut Destatis, pada 2021, pemerintah menyuntikkan uang tunai dalam jumlah besar untuk meredam pukulan pandemi, juga memberikan bantuan untuk pertumbuhan di tahun kedua krisis kesehatan. (afp)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN