Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja konstruksi sedang berjalan melewati jalan setapak di Hong Kong. Foto ilustrasi: ANTHONY WALLACE / AFP

Pekerja konstruksi sedang berjalan melewati jalan setapak di Hong Kong. Foto ilustrasi: ANTHONY WALLACE / AFP

Hong Kong akan Larang Penerbangan Transit Selama Sebulan

Sabtu, 15 Januari 2022 | 19:15 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

HONG KONG, investor.id – Bandar udara internasional Hong Kong akan melarang penerbangan transit selama satu bulan dari sekitar 150 negara dan wilayah yang dianggap berisiko tinggi karena virus corona. Langkah yang dikeluarkan oleh pihak berwenang Hong Kong pada Jumat (14/1) diklaim bakal memperdalam isolasi di pusat finansial global.

Dalam pernyataan yang dirilis Bandara Udara Internasional Hong Kong, setiap orang yang telah tinggal di tempat-tempat yang diklasifikasikan berisiko tinggi oleh otoritas kesehatan dalam 21 hari sebelum bepergian tidak dapat transit melalui Hong Kong mulai 16 Januari hingga 15 Februari.

“Langkah itu diambil untuk mengendalikan penyebaran varian Omicron yang sangat menular,” katanya, dilansir Reuters.

CEO  Carrie Lam berbicara dalam konferensi pers di kantor pusat pemerintahan Hong Kong, pada 11 November 2020. ( Foto: Anthony WALLACE / AFP )
CEO Carrie Lam   Foto: Anthony WALLACE / AFP

Selain itu, CEO Hong Kong Carrie Lam secara terpisah mengatakan, aturan pembatasan kehidupan sosial akan diperpanjang dua minggu hingga setelah Tahun Baru Imlek – yang jatuh pada 1 Februari. Padahal biasanya di momen tersebut merupakan waktu bagi masyarakat untuk berbelanja, menggelar pesta dan kumpul bersama keluarga.

“Saya tahu ini akan mengecewakan banyak orang. Tetapi Covid belum terkendali,” ujar dia kepada wartawan. Lam menambahkan, untuk membantu bisnis bertahan dari aturan pembatasan maka pemerintah akan meluncurkan langkah-langkah bantuan ekonomi senilai HK$ 3,57 miliar (US$ 459 juta), dengan sasaran perusahaan-perusahaan yang diminta untuk tutup.

Terdapat 15 belas jenis tempat, termasuk bar dan klub, bioskop, pusat kebugaran dan salon kecantikan yang tetap tutup selama dua pekan ke depan, pasca perintah penutupan yang berlaku saat ini berakhir pada Kamis depan.

Kegiatan bersantap di dalam restoran juga masih dilarang setelah pukul 18.00. Sekolah-sekolah dasar dan taman kanak-kanak pun tetap ditutup.

Menurut Lam, apabila tidak ada wabah lebih lanjut maka aturan pembatasan akan dicabut secara bertahap setelah liburan. Langkah ini diambil mengingat Hong Kong telah menyaksikan puluhan kasus varian Omicron yang menyebar cepat sejak akhir tahun lalu.

Tiga Bulan Sebelumnya

Sebelum wabah Omicron – yang menurut pihak berwenang diperoleh dari hasil tracing kepada dua awak pesawat Cathay Pacific Airways – Hong Kong tidak memiliki transmisi lokal selama lebih dari tiga bulan.

Saat ini Hong Kong mengklasifikasikan lebih dari 150 negara dan wilayah sebagai berisiko tinggi. Bahkan pekan lalu, otoritas melarang penerbangan masuk dari Australia, Kanada, Prancis, India, Pakistan, Filipina, Inggris, dan Amerika Serikat, termasuk persimpangan. “Dan larangan itu tetap berlaku,” tambah Lam.

Walau kasus di Hong Kong sangat rendah menurut standar global, kota ini telah mengikuti kebijakan Tiongkok daratan dalam mengadopsi pendekatan tanpa toleransi terhadap kasus infeksi Covid-19 lokal. Bahkan di saat sebagian besar dunia beralih untuk hidup berdampingan dengan virus corona.

Perjuangan seluruh dunia ntuk menahan varian Omicron yang sangat menular hanya memperkuat keputusan wilayah itu untuk tetap berpegang pada strategi nihil-Covid.

“Saya pikir tidak ada yang bisa memberi Anda batas waktu yang pasti untuk mencabut pembatasan perbatasan internasional tahun ini,” ujar Edward Yau, sekretaris perdagangan dan pembangunan ekonomi Hong Kong, dalam sebuah wawancara dengan Financial Times yang dilansir AFP.

Kebijakan tersebut semakin mengisolasi Hong Kong yang sangat bergantung pada impor, pariwisata, dan perjalanan bisnis. Warga pun dibuat frustrasi karena terbiasa menghabiskan waktu sebanyak mungkin di luar flat kecil yang terkenal itu. Pembatasan karantina awak pesawat yang lebih ketat juga sangat memangkas penerbangan kargo dan membatasi posisi kota itu sebagai salah satu pusat penumpang tersibuk di dunia.

Menurut pihak berwenang, Hong Kong diperkirakan segera menghadapi kekurangan barang dan harga yang lebih tinggi. (sumber lain/afp)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN