Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Istana Mariinsky, Kiev,   Foto: SERGEY DOLZHENKO / POOL / AFP

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Istana Mariinsky, Kiev, Foto: SERGEY DOLZHENKO / POOL / AFP

Ukraina akan Lucuti Pengaruh Rusia

Senin, 24 Januari 2022 | 20:05 WIB
Iwan Subarkah (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

KYIV, investor.id – Ukraina pada Minggu (23/1) bertekad untuk melawan pengaruh Rusia yang telah menimbulkan instabilitas di negaranya secara politik maupun ekonomi. Inggris pada akhir pekan lalu juga menuding Rusia berusaha menempatkan bonekanya sebagai presiden baru di Ukraina.

Inggris mengaku mendapatkan informasi bahwa Rusia berusaha menempatkan seorang pemimpin pro-Rusia di Ukraina. Inggris juga menuduh beberapa mantan politikus di Ukraina membina hubungan dengan intelijen Rusia.

Klaim-klaim ini menambah ketegangan antara Rusia dan Barat terkait keamanan Eropa. Beberapa negosiasi terbaru yang berakhir dengan kegagalan jadi tidak membantu untuk meredakan ketegangan, terkait pengerahan pasukan Rusia di Ukraina.

Negeri Beruang Merah sekarang tetap dipercaya akan menginvasi Ukraina. Mykhailo Podolyak, penasihat kepala staf Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, pengungkapan- pengungkapan itu adalah bagian dan paket dari pendekatan Rusia terhadap Ukraina. Dan sekarang Ukraina akan melawan balik.

“Bangsa kami akan meneruskan kebijakan pelucutan semua oligarki atau struktur politik yang dapat berupaya menggoyang Ukraina atau membantu Rusia,” ujar dia, dalam komentar tertulis kepada AFP.

Podolyak menambahkan, Kremlin sudah cukup lama menjalankan rumusan untuk memilih individu-individu tertentu di perusahaan atau politik. Lalu dimanfaatkan untuk mendorong kepentingan-kepentingan Rusia. “Informasi Inggris ini jelas sekali mengikuti rantai logika tersebut,” kata Podolyak.

Pemerintah Inggris mengaku telah melihat bukti bahwa beberapa mantan politikus Ukraina selama ini tetap membina hubungan dengan badan -badan intelijen Rusia. Dan mantan anggota parlemen Ukraina Yevgen Murayev dipandang sebagai calon pemimpin boneka tersebut.

“Beberapa orang yang kontak dengan para pejabat intelijen Rusia saat ini terlibat dalam rencana untuk menyerang Ukraina,” bunyi pernyataan Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris.

Sementara Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa terbongkarnya rencana-rencana itu sangat mencemaskan. Tapi Rusia menepisnya sebagai disinformasi dan mendesak Inggris untuk berhenti menyebarkan omong kosong.

Murayev pada Minggu menulis di media sosial bahwa Ukraina yang bekas anggota Soviet perlu melakukan perombakan politik menyeluruh dan juga membutuhkan kepala Negara baru.

“Rakyat Ukraina membutuhkan penegakan hukum, perdamaian, kebijakan-kebijakan sosial ekonomi yang sehat dan pragmatis, dan juga para pemimpin politik baru,” ujar dia.

Murayev kehilangan kursinya di parlemen setelah partainya gagal meraih suara 5% dalam pemilu 2019. Ia adalah pemilik stasiun TV yang ditutup tahun lalu karena diduga menyiarkan propaganda pro-Rusia. (afp)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN