Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 Dirjen  WHO,  Tedros Adhanom Ghebreyesus. ( Foto: FABRICE COFFRINI / AFP )

Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. ( Foto: FABRICE COFFRINI / AFP )

WHO: Dunia Dapat Mengakhiri Darurat Covid-19 Tahun Ini

Senin, 24 Januari 2022 | 20:45 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

JENEWA, investor.id – Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, dunia dapat mengakhiri darurat Covid-19 tahun ini, terlepas dari data bahwa kasus virus minggu lalu telah menewaskan satu orang setiap 12 detik.

"Kita dapat mengakhiri Covid-19 sebagai darurat kesehatan global dan kita dapat melakukannya tahun ini," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada Dewan Eksekutif WHO di Jenewa, Swiss, Senin (24/1).

Menurut Tedros, untuk mengakhiri pandemi Covid-19, seluruh negara di dunia perlu bekerja lebih keras untuk memastikan akses yang adil terkait vaksinasi dan pengobatan, termasuk menggencarkan pelacakan virus dan varian yang muncul serta menjaga pembatasan.

WHO, badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), selama berbulan-bulan telah menuntut pemerintah di setiap negara berbuat lebih banyak untuk mempercepat distribusi vaksin di negara-negara miskin.

WHO menyerukan agar pemerintah di setiap negara memberikan vaksinasi kepada setidaknya 70% dari total populasi negaranya pada pertengahan tahun ini.

Setengah dari 194 negara anggota WHO tidak dapat mencapai target sebelumnya, yakni untuk memberikan vaksinasi kepada 40% penduduk pada akhir 2021. “Sementara itu, sebanyak 85% orang di Afrika belum menerima vaksin apa pun,” tegas Tedros.

Dia mengungkapkan, rata-rata pekan lalu sebanyak 100 kasus dilaporkan setiap tiga detik dan satu orang meninggal karena Covid-19 setiap 12 detik. “Kita tidak bisa mengakhiri fase darurat pandemi, kecuali kita menjembatani kesenjangan ini," ujar dia.

5,5 Juta Orang Tewas

Covid-19, kata Tedros, telah menewaskan lebih dari 5,5 juta orang sejak pertama kali muncul pada akhir 2019. Jumlah kasus telah didorong ke level rekor dengan munculnya varian Omicron baru.

Dia menjelaskan, sejak varian tersebut pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan (Afsel) sembilan minggu lalu, sebanyak 80 juta kasus telah dilaporkan ke WHO. Angka ini lebih besar dari pada jumlah kasus sepanjang tahun 2020.

Dia mengakui, Omicron diduga menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada varian sebelumnya. "Ledakan jumlah kasus belum diimbangi lonjakan kematian," ucap dia.

Dia mengemukakan, dunia perlu belajar untuk hidup berdampingan dengan Covid-19. "Kita perlu belajar mengelolanya melalui strategi berkelanjutan dan terpadu untuk penyakit pernapasan akut," papar dia.

Tedros menekankan, sungguh berbahaya untuk mengasumsikan Omicron akan menjadi varian terakhir atau permainan akhir (endgame).

"Sebaliknya, secara global kondisinya ideal untuk memunculkan lebih banyak varian. Potensi varian yang lebih menular dan lebih mematikan tetap sangat nyata," tutur dia. (afp/eld)

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN