Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mata uang kripto, bitcoin. ( Foto: Getty Images )

Mata uang kripto, bitcoin. ( Foto: Getty Images )

Valuasi Bitcoin Terpangkas Hampir 50%

Senin, 24 Januari 2022 | 22:20 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

SINGAPURA, investor.id – Mata uang digital merosot lagi pada perdagangan Sabtu (22/1). Harga bitcoin sudah kehilangan hampir separuh valuasinya dari level tertinggi pada November tahun lalu.

Bitcoin yang saat ini adalah mata uang kripto dengan valuasi tertinggi di dunia anjlok harganya sekitar 8% pada Sabtu. Sehingga saat berita ini diturunkan diperdagangkan sebesar US$ 35.000. Jauh di bawah rekor tertinggi US$ 69.000 pada November 2021.

Pada saat yang sama, ether yang merupakan kripto terbesar kedua dunia dari sisi kapitalisasi pasar, merosot hampir 10% dan saat ini diperdagangkan pada harga sekitar US$ 2.400.

Kemerosotan harga kripto itu berbarengan dengan kejatuhan pasar saham AS pada Kamis pekan lalu. Kripto dan saham sama-sama jatuh bulan ini, seiring para investor harap-harap cemas dengan dampak kenaikan suku bunga The Fed terhadap pasar finansial.

Selaku instrumen investasi, bitcoin dijadikan lindung nilai terhadap kenaikan inflasi yang dipicu oleh stimulus pemerintah. Tapi kalangan analis berpendapat bahwa risiko yang dihadapi kripto adalah The Fed lebih hawkish dan itu akan menghentikan laju kenaikan pasar kripto dunia.

Di samping itu ada kekhawatiran lain bahwa regulator-regulator akan terus membidik mata uang digital sebagai sasaran pengawasan dan penindakan.

Bank sentral Rusia misalnya, yang mengusulkan pelarangan penggunaan dan penambangan kripto. Regulator yang lain berpendapat bahwa kripto mengancam stabilitas finansial, kesejahteraan masyarakat, dan kedaulatannya sebagai penetap kebijakan moneter.

Harga bitcoin dan ether pada Kamis pekan lalu itu merosot hingga menggerus hampir US$ 150 miliar dari pasar kripto. Menurut Coinmarketcap.com, sekitar US$ 147 miliar hilang dari seluruh pasar kripto dalam 24 jam. Ketika imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) tenor 10 tahun melonjak pada awal pekan ini, antisipasi kenaikan suku bunga telah mendorong para investor melepaskan kepemilikan aset-aset berisiko.

Pergerakan imbal hasil ini berlawanan dengan kenaikan harga-harga.

Namun ketika imbal hasil berbalik di akhir pekan, Edward Moya – analis pasar senior perdagangan valuta asing di Oanda – mengatakan sedikit mengecewakan karena tidak melihat bitcoin bereaksi lebih positif terhadap pembalikan imbal hasil obligasi. (sumber lain/sn)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN