Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.  Foto: STEFAN ROUSSEAU / POOL / AFP

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Foto: STEFAN ROUSSEAU / POOL / AFP

Inggris Resmi Cabut Aturan Pembatasan Omicron

Jumat, 28 Januari 2022 | 04:33 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

LONDON, investor.id – Pemerintah Inggris pada Kamis (17/1) resmi mencabut aturan pembatasan virus corona yang diberlakukan untuk mengatasi penyebaran varian Omicron. Penggunaan masker tidak diperlukan di tempat-tempat tertutup dan paspor vaksin tidak digunakan lagi.

Jumlah kasus positif Covid-19 telah turun tajam selama dua minggu terakhir di negara tersebut. Meskipun masih pada level tinggi, angkanya stabil dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah Inggris memperkenalkan apa yang disebut pembatasan “Rencana B” pada 8 Desember 2021, setelah Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson memperingatkan tentang gelombang pasang Omicron yang menjulang.

Saat itu pemerintah memberlakukan penggunaan masker di semua ruang tertutup dan. Peraturan kontroversial untuk dokumentan vaksin juga diwajibkan, untuk memasuki tempat-tempat seperti klub malam, lapangan sepak bola, dan acara berskala besar.

Di jalan-jalan London di sekitar Katedral St Paul ada dukungan umum untuk pencabutan pembatasan, yang muncul setelah lebih dari 37 juta orang mendapat suntikan booster. “Saya pikir itu hal yang sangat bagus,” kata Elizabeth Hynes (71) yang berasal dari Irlandia, tetapi telah tinggal di Inggris selama 47 tahun pada Kamis.

“Saya naik lift di sini di St. Paul dan saya melihat semua pertunjukan dalam iklan poster stasiun bawah tanah. Dan saya berpikir betapa indahnya, ini seperti masa lalu. Sepertinya kita kembali ke London dulu dan Anda menyadari betapa Anda merindukan live theatre dan pertunjukan fantastis,” tuturnya.

Hynes mengatakan dirinya menderita kanker kulit melanoma stadium-4, tetapi sejauh ini ia merasa beruntung dan tidak ter tular Covid-19. “Kita tidak tahu tentang hari esok, kita harus hidup... untuk hari ini, mencoba mendapatkan sedikit kesenangan dari hidup,” tambahnya. (afp)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN