Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell. ( Foto: Eric BARADAT / AFP )

Gubernur The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell. ( Foto: Eric BARADAT / AFP )

Suku Bunga AS Naik Mulai Maret 2022

Jumat, 28 Januari 2022 | 05:11 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id – Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell memberikan sinyal yang jelas bahwa bank sentral siap menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) pada Maret 2022. Ini akan menjadi kenaikan pertama sejak suku bunga dipangkas menjadi nol saat pandemi Covid-19 muncul.

Hal itu juga akan mengakhiri era kebijakan uang longgar yang memicu rekor Wall Street selama pandemi. Dalam konferensi pers pertama The Fed di tahun ini, Powell menggarisbawahi kesediaan bank sentral untuk mengatasi inflasi yang terus naik meskipun ia memperkirakan harga-harga akan turun tahun ini.

“Saya akan mengatakan komite berkeinginan untuk menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan Maret 2022, dengan asumsi bahwa kondisi sesuai untuk melakukan itu,” kata Powell dalam nada komentar yang tampak lebih terang -terangan pada Rabu (26/1) waktu setempat.

Ia menolak membahas berapa kenaikan suku bunga yang akan datang. Tetapi Powell mengatakan pemulihan di ekonomi terbesar di dunia itu cukup kuat, sehingga dapat menangani biaya pinjaman yang lebih tinggi.

Dia mencatat rebound kuat dalam angka pekerjaan setelah bencana yang disebabkan oleh pandemi Covid- 19. “Ada ruang untuk menaikkan suku bunga tanpa mengancam pasar tenaga kerja,” katanya.

Powell menggambarkan kondisi pekerja dan pengusaha memang ketat secara historis, sementara banyak bisnis kesulitan merekrut staf baru. Komentar tersebut mencerminkan poros kebijakan bank sentral karena indeks harga konsumen naik 7% pada 2021, tertinggi sejak 1982.

Para pejabat bank sentral pada akhir tahun lalu menarik proyeksi bahwa inflasi bersifat sementara dan bahwa suku bunga dapat tetap lebih rendah, untuk memastikan pemulihanyang inklusif.

Namun Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) masih memperkirakan tekanan terhadap harga-harga akan mereda, di tengah kemajuan vaksinasi dan berkurangnya kendala pasokan global.

Powell menekankan pendorong inflasi yang lebih tinggi sebagian besar disebabkan oleh dislokasi yang disebabkan oleh pandemi.

“Kami tetap memperkirakan (inflasi) itu akan menurun sepanjang tahun ini,” tuturnya.

Kepala ekonom AS di S&P Global Ratings Beth Ann Bovino memperkirakan pengurangan neraca tidak akan dimulai sampai awal tahun depan. Kenaikan suku bunga pada Maret 2022 akan menjadi yang pertama dari sejumlah kenaikan yang telah diperkirakan tahun ini. (afp)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN