Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. ( Foto: Istimewa )

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. ( Foto: Istimewa )

UE Investigasi Laporan Gangguan Menstruasi Pasca Vaksinasi Covid

Senin, 14 Februari 2022 | 10:56 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

AMSTERDAM, investor.id – Komite keamanan dari Badan Obat-obatan Eropa (European Medicines Agency/EMA) atau Komite Penilaian Risiko Farmakovigilans (PRAC) menyampaikan sedang melakukan kajian terhadap laporan menstruasi atau haid yang berat, dan absennya menstruasi dari wanita yang telah menerima vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech dan Moderna.

Menurut EMA, penilaian itu berdasarkan laporan-laporan gangguan menstruasi yang dialami setelah menerima salah satu dari dua vaksin di mana mana kedua teknologi pembuatan vaksinnya menggunakan messenger RNA (mRNA). Selain itu belum diketehui jelas apakah ada hubungan sebab akibatnya.

Advertisement

Baca Juga: KSP:  Vaksin Covid-19 Terbukti Mengurangi Tingkat Keparahan Infeksi

“Gangguan menstruasi dapat terjadi karena berbagai kondisi medis yang mendasarinya serta dari stres dan kelelahan,” demikian pernyataan EMA, seraya menambahkan bahwa kasus gangguan tersebut juga telah dilaporkan setelah infeksi Covid-19, yang dilansir CNBC.

Berdasarkan sebuah studi baru-baru ini yang didanai oleh National Institutes of Health, vaksinasi Covid-19 telah dikaitkan dengan perubahan kecil yang sifatnya sementara dalam siklus panjang menstruasi. Penelitian ini didasarkan pada pengumpulan data dari hampir 4.000 pengguna aplikasi smartphone yang melacak siklus menstruasi.

Baca Juga: Redakan Nyeri Haid dengan Yoga

Tetapi EMA mengatakan pada Desember bahwa belum menemukan hubungan antara perubahan siklus menstruasi dengan vaksin Covid-19. Hal ini dilakukan setelah sebuah penelitian di Norwegia menunjukkan beberapa wanita mengalami menstruasi yang lebih berat usai memperoleh vaksinasi.

Pasca meninjau bukti-bukti yang tersedia, PRAC memutuskan untuk meminta evaluasi semua data yang tersedia, termasuk laporan dari para pasien dan profesional kesehatan, uji klinis dan literatur yang diterbitkan. Badan tersebut pada Jumat (11/2) juga menambahkan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 memengaruhi kesuburan.

Baca Juga: Vaksin Moderna dan Pfizer Tersedia di Seluruh Faskes dan Sentra Vaksin

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : CNBC

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN