Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi perdagangan kripto.

Ilustrasi perdagangan kripto.

Kripto Anjlok Karena Ketegangan Rusia-Ukraina

Rabu, 23 Februari 2022 | 20:41 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Mata uang digital dilaporkan anjlok pada Selasa (22/2), terdampak oleh ketegangan geopolitik Ukraina yang juga mengguncang pasar global. Harga bitcoin merosot ke level US$ 36.370 pada perdagangan pagi dan merupakan level terendahnya dalam lebih dari dua pekan.

Mata uang kripto terbesar di dunia itu kemudian berhasil mengurangi kerugiannya dan diperdagangkan melemah 3% dalam 24 jam menjadi US$ 37.495. Mata uang digital lainnya juga jatuh, di mana ethereum (ether) turun 4% dan XRP melemah 10%. Analis pun mengaitkan penurunan ini dengan meningkatnya ketegangan atas krisis Rusia-Ukraina.

Menurut laporan, Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (21/2) memerintahkan pasukan menuju ke dua wilayah di Ukraina timur yang memisahkan diri. Hal ini dilakukan beberapa saat setelah kedua wilayah, yakni Donetsk dan Luhansk menyatakan kemerdekaannya.

Baca juga: MPR Dorong Pembuatan UU Terkait Robot Trading dan Ekosistem Kripto

Langkah tersebut telah memicu kekhawatiran akan invasi besar- besaran, sekaligus mengirim saham global turun tajam karena keinginan besar para pedagang terhadap risiko ikut menurun.

“Bitcoin, dan kripto secara lebih umum, bergerak sejalan dengan indeks saham Asia semalam menyusul berita utama Rusia-Ukraina yang mendorong pergerakan harga. Pertama aksi jual saat Putin mengumumkan memerintahkan pasukan menuju Ukraina, kemudian bangkit kembali saat pasar memproses berita utama,” ungkap Chris Dick, pialang kuantitatif di pembuat pasar crypto yang berbasis di London, B2C2, kepada CNBC.

Bitcoin sering disebut-sebut oleh para pendukungnya sebagai aset safe haven, mirip dengan emas. Ini artinya bitcoin harus menjadi instrumen penyimpan nilai di saat ketidakpastian melanda. Namun, anggapan bitcoin sebagai semacam “emas digital” telah rusak karena lebih banyak investor institusional yang mulai memperdagangkannya.

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Bitcoin? Ketahui Penjelasan Singkatnya di Artikel Ini!

Alhasil mata uang kripto tersebut menjadi lebih selaras dengan fluktuasi di pasar tradisional, seperti saham. Bitcoin sekarang jauh di bawah level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 68.000, yang dicapai pada November 2021. Beberapa investor percaya, kondisi ini sama bagusnya dengan mata uang kripto untuk beberapa waktu.

Menurut Du Jun, salah satu pendiri pertukaran kripto Huobi, pasar bull bitcoin berikutnya tidak mungkin terjadi sampai paling cepat 2024. Pernyataan ini merujuk pada peristiwa “halving” berikut yang akan terjadi.

Baca juga: Menkeu-Gubernur Bank Sentral Negara G20 Waspadai Tensi Geopolitik Rusia-Ukraina

“Mengikuti siklus ini, tidak akan sampai akhir 2024 hingga awal 2025 kita dapat menyambut pasar bullish bitcoin berikutnya,” kata Du.

Bitcoin halving adalah kondisi ketika imbalan bagi penambang bitcoin (block reward) berkurang setengah setelah selesai menambang 210.000 blok. Hal ini untuk memverifikasi transaksi, yang mana secara efektif menekan pasokan koin baru yang diterbitkan. (sumber lain)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com