Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Virus Omicron. Foto ilustrasi: Investor Daily/IST

Virus Omicron. Foto ilustrasi: Investor Daily/IST

WHO: Varian Omicron Tidak Lebih Parah dari Varian Asli

Kamis, 24 Februari 2022 | 10:41 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

JENEWA, investor.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa varian BA.2 dari virus corona Omicron tidak lebih parah dari aslinya. Garis keturunan BA.2 terus dianggap sebagai varian Omicron yang menjadi perhatian (variants of concern/ VoC).

“(Berdasarkan sampel orang dari berbagai negara) kami tidak melihat perbedaan tingkat keparahan BA.1 dibandingkan dengan BA.2,” jelas pejabat senior WHO Maria Van Kerkhove dalam sesi tanya jawab yang dilakukan secara vir tual, Selasa (22/2) waktu setempat.

Advertisement

Baca juga: Teknologi Streamer Daikin Bisa Menonaktifkan Omicron

Jadi, tambah dia, hal itu menunjukkan ini tingkat keparahan yang sama, terkait dengan risiko rawat inap. Dan itu sangat penting karena di banyak negara mereka memiliki sirkulasi yang cukup besar, baik BA.1 dan BA.2.

Van Kerkhove, yang memimpin sisi teknis tim respons Covid-19 WHO, melaporkan temuan komite ahli yang melacak evolusi virus. Kesimpulan mereka akan melegakan ke negara-negara seper ti Denmark, di mana varian BA.2 dari Omicron telah beredar luas.

Baca juga: 15 Desember 2021 hingga 22 Februari 2022 Total  Kasus Omicron 5.227

WHO mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa data awal menunjukkan varian BA.2 baru tampak secara inheren lebih menular daripada BA.1. Selain itu, penelitian lebih lanjut sedang berlangsung untuk menemukan mengapa hal ini terjadi. “Namun sirkulasi global semua varian dilaporkan menurun,” tambah Van Kerkhove.

Varian Omicron yang menjadi perhatian saat ini merupakan varian dominan yang beredar secara global, menurut laporan yang diterima inisiatif sains global GISAID.

Baca juga: Menko Airlangga: Puncak Omicron Pertengahan Maret

Varian ini telah membunuh lebih dari 5,8 juta orang di seluruh dunia, menurut penghitungan AFP yang dikumpulkan dari sumber resmi hingga Selasa.

Dengan mempertimbangkan kelebihan kematian terkait dengan Covid-19, WHO memperkirakan jumlah kematian sebenarnya bisa dua hingga tiga kali lebih tinggi. (afp/sumber lain)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN