Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Stok vaksin Indonesia. Foto ilustrasi: Amiriyandi/InfoPublik/Kominfo

Stok vaksin Indonesia. Foto ilustrasi: Amiriyandi/InfoPublik/Kominfo

Pertama Kali, Pasokan Vaksin Covid Global Lampaui Permintaan

Kamis, 24 Februari 2022 | 14:42 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BRUSSELS, investor.id – Proyek-proyek global pembagian vaksin Covid-19 dilaporkan sedang kesulitan untuk mengalokasikan 300 juta dosis yang tersedia. Situasi ini menjadi pertanda baru bahwa permasalahan vaksin yang dihadapi dunia saat ini lebih kepada permintaan daripada pasokan.

Menurut dokumen yang diterbitkan pada pertengahan Februari, bahwa pada Januari 2022 program vaksin global COVAX yang dijalankan oleh Gavi dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tercatat memiliki 436 juta vaksin untuk dialokasikan ke negara-negara di seluruh dunia.

“Tetapi negara-negara berpenghasilan rendah hanya meminta 100 juta dosis untuk distribusi pada akhir Mei. Ini pertama kalinya dalam 14 putaran alokasi, pasokan vaksin melebihi permintaan,” demikian isi dokumen dari Grup Vaksin Independen COVAX, yang dilansir Reuters pada Rabu (23/2).

Baca juga: Stok Vaksin Indonesia Saat Ini 70 Juta Dosis

Diketahui tahun lalu saja baru negara-negara kaya yang menguasai sebagian besar vaksin untuk disuntikkan ke masing-masing warganya sendiri terlebih dahulu. Ini artinya masih kurang dari sepertiga penduduk di negara-negara berpenghasilan rendah yang mendapat vaksinasi sampai sekarang dibandingkan dengan lebih dari 70% di negara-negara kaya.

“Namun seiring pasokan dan sumbangan yang meningkat, negara-negara miskin masih dihadapkan pada rintangan-rintangan, seperti kesenjangan dalam kekurangan rantai dingin, keraguan soal kemanjuran vaksin, dan kekurangan uang untuk mendukung jaringan distribusi,” ungkap para pejabat kesehatan masyarakat kepada Reuters.

Baca juga: Pemerintah Tambah Stok Vaksin AstraZeneca 1,7 Juta Dosis

Saat dimintai tanggapannya mengenai kondisi itu, juru bicara Gavi mengatakan bahwa saat ini COVAX berada dalam situasi di mana tersedia pasokan yang cukup untuk memenuhi permintaan. Tapi ia mengakui, peluncuran vaksin telah menjadi permasalahan di beberapa negara kurang berkembang.

“Kami hanya akan menutup kesenjangan ekuitas vaksin sekali dan untuk semua jika kami dapat membantu negara-negara meluncurkan vaksin dengan cepat dan dalam skala besar,” kata juru bicara itu.

Baca juga:  Menkes Tegaskan Stok Vaksin Masih Aman

Vaksin yang belum diberikan oleh COVAX di babak ini dapat dialokasikan lagi nanti. Di sisi lain, negara-negara kaya mulai membuka kegiatan ekonominya. Padahal WHO dan pakar-pakar kesehatan masyarakat lain telah memperingatkan bahwa peluncuran vaksin yang lambat di wilayah yang lebih miskin akan memberi virus corona kesempatan untuk bermutasi lagi, dan berpotensi menciptakan varian baru. (sumber lain)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN