Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA) atau Badan Energi Internasional, Fatih Birol. Foto: AP/SCANPIX

Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA) atau Badan Energi Internasional, Fatih Birol. Foto: AP/SCANPIX

IEA akan Kurangi Impor Gas Rusia ke UE

Jumat, 4 Maret 2022 | 09:59 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

PARIS, investor.id  – Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) pada Kamis (3/3) merilis rencana 10 poin yang digadang- gadang dapat mengurangi ketergantungan Eropa pada gas Rusia hingga sepertiga selama tahun mendatang.

IEA – yang berkantor pusat di Paris, Prancis – telah merekomendasikan untuk tidak menandatangani kontrak gas baru dengan Rusia, memaksimalkan pasokan dari sumber-sumber lain, mempercepat penyebaran tenaga surya, angin dan nuklir, serta meningkatkan efisiensi energi di rumah dan bisnis.

“Tidak ada yang berada di bawah ilusi lagi. Penggunaan sumber daya gas alam Rusia sebagai senjata ekonomi dan politik, menunjukkan Eropa perlu bertindak cepat untuk siap menghadapi ketidakpastian yang cukup besar atas pasokan gas Rusia di musim dingin mendatang,” ujar Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol dalam sebuah penyataan, yang dilansir AFP.

Baca juga: IEA: Transisi Dunia ke Energi Bersih Masih Sangat Lambat

Seperti diberitakan, serangan yang diluncurkan Rusia ke Ukraina telah menyoroti ketergantungan Uni Eropa (UE) pada impor gas asal Negeri Beruang Merah, yang tahun lalu jumlahnya mencapai sekitar 140 miliar meter kubik (bcm) melalui pipa, dan 15 bcm lainnya dalam bentuk gas alam cair (LNG). Angka tersebut menyumbang 45% dari impor gas blok itu dan hampir 40% dari konsumsinya.

Di sisi lain, menihilkan impor Rusia menjadi tantangan besar bagi Eropa dan Rusia diperkirakan terus mengalirkan gas demi stabilitas keuangannya sendiri.

Uni Eropa memiliki jaringan pipa gas ke Norwegia, Aljazair dan Azerbaijan – tetapi kapasitasnya terbatas untuk meningkatkan produksi. UE juga dapat mengimpor LNG dengan kapal – terutama dari Qatar, Australia dan Amerika Serikat – tetapi dibatasi oleh kapasitas pelabuhan dan kilang untuk mengubah LNG menjadi gas yang dapat digunakan.

Percepat Lawan Perubahan Iklim

Menurut IEA, langkah-langkahnya sejalan dengan peta jalan yang ada untuk mencapai emisi nol bersih (net-zero) pada 2050. Peta ini telah membayangkan bahwa Uni Eropa menghapus impor gas Rusia pada 2030.

Baca juga:  iIEA Mendesak Semua Proyek Energi Fosil Dibatalkan

“Yang dipertaruhkan adalah kebutuhan untuk mempercepat perang melawan perubahan iklim, dan seperti yang kita lihat sekarang, keamanan energi jangka pendek di benua Eropa. Rencana 10 Poin yang diusulkan oleh IEA hari ini akan memperkaya pemikiran kami,” kata Barbara Pompili, menteri transisi ekologi di Prancis, yang saat ini memegang kursi kepresidenan Uni Eropa.

Komisi Eropa dijadwalkan mulai menguraikan rencana-rencana Eropa mengurangi ketergantungannya pada gas Rusia pada minggu depan. IEA juga menguraikan langkah-langkah yang lebih drastic jika impor gas Rusia harus dibatasi lebih cepat. (afp)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com