Menu
Sign in
@ Contact
Search
Orang-orang mengantri di luar cabang bank milik negara Rusia Sberbank untuk menarik tabungan mereka di Praha pada 25 Februari 2022.
MICHAL CIZEK | AFP melalui Getty Images

Orang-orang mengantri di luar cabang bank milik negara Rusia Sberbank untuk menarik tabungan mereka di Praha pada 25 Februari 2022. MICHAL CIZEK | AFP melalui Getty Images

Visa dan Mastercard Tangguhkan Operasi di Rusia

Senin, 7 Maret 2022 | 06:52 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

NEW YORK, investor.id - Raksasa pembayaran kartu Visa dan Mastercard mengumumkan bahwa mereka akan menangguhkan operasional di Rusia. Keduanya menjadi perusahaan besar asal Amerika Serikat (AS) yang ikut bergabung dengan pembekuan bisnis di Rusia terkait serangannya ke Ukraina.

“Memperhatikan sifat konflik saat ini yang belum pernah terjadi sebelumnya dan lingkungan ekonomi yang tidak pasti, (perusahaan) memutuskan untuk menangguhkan layanan jaringan kami di Rusia,” kata Mastercard, akhir pekan lalu.

Visa, pada pernyataan terpisah, mengatakan bahwa pembekuan transaksi akan segera berlaku. "(Perusahaan) bekerja dengan klien dan mitranya di Rusia untuk menghentikan semua transaksi Visa selama beberapa hari mendatang," terangnya.

Baca juga: Ukraina Dominasi Perang Informasi dengan Rusia

Presiden AS Joe Biden menyambut baik keputusan itu selama panggilan telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Keduanya membahas tindakan pemerintah AS, sekutu, dan industri swasta untuk mencegah Rusia dari agresi, menurut perkiraan dari kantor kepresidenan Gedung Putih.

Perusahaan besar di berbagai industri telah menghentikan bisnis di Rusia sejak invasi dimulai pada 24 Februari 2022. Langkah tersebut meliputi seluruh sektor, mulai dari perusahaan teknologi yang berbasis di AS seperti Intel dan Airbnb, hingga raksasa mewah Prancis LVMH, Hermes, maupun Chanel.

Visa dan Mastercard telah mengumumkan bahwa mereka mematuhi sanksi AS dan sanksi internasional yang dikenakan atas Rusia, setelah serangan tersebut.

Baca juga: Perang Ukraina Menguji Relasi Tiongkok-Rusia

"Rekan kami, pelanggan kami, dan mitra kami telah terpengaruh dengan cara yang tidak dapat kami bayangkan," kata Mastercard. Perusahaan menyatakan bahwa kartu yang dikeluarkan oleh bank Rusia tidak akan lagi didukung oleh jaringan perusahaan.

Visa juga mengatakan bahwa kartu yang diterbitkan di Rusia tidak akan berfungsi lagi di luar negeri. Sementara kedua perusahaan mengatakan bahwa kartu yang dikeluarkan di luar negeri tidak akan berfungsi lagi di Rusia.

Bank Rusia Mengecilkan Efeknya

"Kami dipaksa untuk bertindak menyusul serangan Rusia ke Ukraina, serta peristiwa yang tidak dapat diterima yang telah kami saksikan," kata CEO Visa Al Kelly.

Baca juga: Zelensky Selamat dari Tiga Upaya Pembunuhan, Intelijen Rusia Kasih Bocoran?

Bank-bank besar Rusia, termasuk pemberi pinjaman terbesar Sberbank dan bank sentral Rusia, meremehkan efek penangguhan kartu terhadap klien mereka.

"Semua kartu bank Visa dan Mastercard yang dikeluarkan oleh bank Rusia akan terus beroperasi secara normal di wilayah Rusia hingga tanggal kedaluwarsanya," kata Bank Sentral Rusia.

Sberbank mengatakan dalam sebuah pernyataan di akun Telegram resminya bahwa kartu tersebut "dapat digunakan untuk operasi di wilayah Rusia - untuk menarik uang tunai, melakukan transfer menggunakan nomor kartu, dan untuk pembayaran di offline maupun di toko online Rusia."

Baca juga: Rusia Sebut Negara-negara Barat “Bandit Ekonomi”

Kartu tersebut akan terus bekerja di wilayah Rusia, katanya, karena semua pembayaran di Rusia dilakukan melalui sistem nasional dan tidak bergantung pada sistem asing.

Namun, bank sentral memperingatkan bahwa orang Rusia yang bepergian ke luar negeri harus membawa alat pembayaran alternatif.

Mastercard menambahkan bahwa perusahaan akan terus memberikan gaji dan tunjangan kepada hampir 200 karyawan di Rusia.

Baca juga: Barisan Merek Ternama yang Menangguhkan Bisnisnya di Rusia

Pengumuman Visa dan Mastercard disampaikan hanya beberapa jam setelah perusahaan sistem pembayaran online PayPal menghentikan layanannya di Rusia.

Wakil Perdana Menteri Ukraina Mykhailo Fedorov mengunggah surat dari CEO PayPal Dan Schulman di media sosial Twitter, yang secara resmi mengumumkan penghentian tersebut.

"Dalam situasi saat ini, kami menangguhkan layanan PayPal di Rusia," kata Schulman dalam surat itu.

Ia juga menambahkan bahwa PayPal akan terus mendukung stafnya di wilayah tersebut. Perusahaan akan fokus memungkinkan pelanggan dan komunitas karyawannya secara global untuk menyokong upaya kemanusiaan di Ukraina. (afp)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com