Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Tiongkok Xi Jinping. ( Foto: Wang Zhao / Reuters )

Presiden Tiongkok Xi Jinping. ( Foto: Wang Zhao / Reuters )

Ekspor Tiongkok Naik 16,3% setelah Lonjakan Perdagangan dengan Rusia

Selasa, 8 Maret 2022 | 00:28 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

BEIJING, investor.id – Ekspor gabungan Tiongkok pada Januari dan Februari 2022 naik 16,3% setelah mencatat lonjakan permintaan global, ditambah lonjakan perdagangan dengan Rusia menjelang perang di Ukraina. Data ini disampaikan bea cukai Tiongkok yang dirilis Senin (7/3/2022).

Tingkat pertumbuhan melebihi ekspektasi ekonom dari kenaikan 15,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Pengiriman dari ekonomi terbesar kedua di dunia itu mencapai US$ 544,7 miliar dalam dua bulan pertama 2022, menurut data dari Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok (GACC).

Advertisement

Ekspor Tiongkok ke Rusia pada periode tersebut naik 41% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data perdagangan untuk Januari dan Februari biasanya digabungkan untuk meratakan dampak liburan tahun baru Tiongkok yang diperpanjang, yang biasanya dimulai dalam salah satu dari dua bulan tersebut.

Baca juga: Presiden Ukraina Serukan Boikot Minyak Rusia

Impor naik 15,5% menjadi US$ 428,75 miliar dalam dua bulan pertama tahun ini, membuat surplus perdagangan Tiongkok sebesar US$ 115,95 miliar. Ekspor tetap menjadi titik terang bagi ekonomi Tiongkok yang telah melambat tajam dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini disebabkan wabah virus, kemerosotan pasar properti, dan tindakan keras regulasi pemerintah Tiongkok pada sektor-sektor utama.

Para pemimpin Tiongkok pada Sabtu (5/3/2022) menetapkan target pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 5,5% tahun ini, menjadi target tahunan terendah sejak 1991. Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang memberi peringatan tentang pandangan yang tidak pasti, karena perang di Ukraina mengancam akan merusak rantai pasokan global.

Impor batubara Tiongkok dalam dua bulan pertama 2022 meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Pasalnya, pemerintah Tiongkok bergegas untuk mengisi kembali pasokan setelah kekurangan pasokan di akhir tahun lalu, menyebabkan pemadaman listrik yang melumpuhkan sebagian besar perekonomian negara tersebut.

Ekspor ke Rusia tumbuh pada tingkat tercepat di antara mitra dagang utama Tiongkok pada Januari dan Februari 2022. Hasil ini melampaui perdagangan dengan Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Cek, Harga Komoditas Energi dkk yang Cetak Rekor Akibat Konflik di Ukraina

Adapun Rusia merupakan sumber impor terbesar kedua bagi Tiongkok, yang membeli produk energi dari negara tetangganya. Perdagangan dengan Tiongkok telah menjadi penyelamat bagi Rusia, yang telah menghadapi sanksi Barat atas perebutan wilayah Krimea dari Ukraina pada 2014.

Isolasi internasional Rusia semakin dalam, setelah agresi militer Rusia ke Ukraina yang dimulai akhir bulan lalu. Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar Rusia selama lebih dari satu dekade, menurut data Kementerian Perdagangan.

Otoritas Tiongkok menyetujui impor gandum Rusia, hanya beberapa jam sebelum pecahnya permusuhan di Ukraina. Tetapi para analis percaya pemerintah Tiongkok akan menghindari peningkatan dukungan perdagangan secara drastis ke Rusia, untuk menghindari bertabrakan dengan sanksi global atas Rusia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN