Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu kota di Tiongkok. Foto ilustrasi: IST.

Salah satu kota di Tiongkok. Foto ilustrasi: IST.

Ketidakpastian Internasional akan Perlambat Pertumbuhan Tiongkok

Jumat, 11 Maret 2022 | 21:04 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BEIJING, investor.id – Pemerintah Tiongkok akan kesulitan mempertahankan pertumbuhan tinggi di tengah situasi dunia yang semakin tidak pasti, menurut Perdana Menteri Li Keqiang. Sebelumnya, Tiongkok menetapkan target produk domestik bruto (PDB) terendah dalam beberapa dekade.

Ekonomi negara itu sedang dibebani oleh kekhawatiran atas strategi nol kasus Covid-19 dan pemulihan pasca pandemi, ditambah ketegangan atas serangan Rusia ke Ukraina. Konflik ini telah membuat pasar global berantakan dan membuat harga minyak melonjak.

Advertisement

“Di tingkat global, mempertahankan pertumbuhan menengah hingga tinggi untuk ekonomi sebesar ini merupakan tantangan besar,” kata Li, Jumat.

Baca juga: Ekonomi Tiongkok Menunjukkan Tanda-tanda Stagflasi

Ia berbicara kepada media setelah sesi parlemen tahunan, pertemuan mingguan yang telah diatur untuk menetapkan kebijakan tahun ini.

Ekonomi Tiongkok adalah pendorong utama pertumbuhan global dan penting di dalam negeri bagi Partai Komunis yang berkuasa. Partai tersebut mendasarkan legitimasinya untuk memberikan ekspansi ekonomi yang stabil dan standar hidup yang lebih baik.

Tetapi Li terpaksa untuk mengumumkan target pertumbuhan yang tidak terlalu tinggi, yakni 5,5% untuk 2022 yang merupakan target terendah sejak 1991. Ini disampaikan pada pidatonya untuk membuka sesi tahunan parlemen Tiongkok, yang dikenal mengikuti pemerintah.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Melambat

Dunia menghadapi ketidakpastian yang meningkat yang akan membebani pertumbuhan, kata Li.

Tetapi perdana menteri tersebut tidak menjawab pertanyaan tentang dampak konflik Ukraina terhadap ekonomi Tiongkok.

Tiongkok adalah mitra dagang utama Ukraina. Negara bekas republik Soviet itu terutama memasok hampir sepertiga dari impor jagung yang bernilai besar.

Kebijakan ketat yang menyasar nol kasus Covid-19 di negara itu telah membantu memastikan Tiongkok tidak mengalami gelombang baru virus yang terlihat di tempat lain. Namun kebijakan ini menambah biaya sosial dan ekonomi yang tinggi, terutama karena seluruh dunia meninggalkan aturan pembatasan.

Baca juga: Konsumsi Lemah Menghambat Pemulihan Ekonomi Tiongkok

Pemerintah Tiongkok melaporkan 1.369 kasus baru Covid-19 pada Jumat, angka tertinggi dalam dua tahun.

Li memiliki bertanggung jawab besar untuk mendorong kebijakan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir. Namun Li juga menegaskan ia akan mundur dari jabatannya pada Maret 2022.

Dia diperkirakan akan pensiun bersama dengan anggota petinggi partai lainnya, setelah pertemuan partai yang dilakukan sekali dalam lima tahun, menjelang akhir 2022. (afp)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN