Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Virus Omicron. Foto ilustrasi: Investor Daily/IST

Virus Omicron. Foto ilustrasi: Investor Daily/IST

Omicron Menyebar, Kota dan Pabrik di Tiongkok Tetapkan Lockdown

Selasa, 15 Maret 2022 | 11:40 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BEIJING, investor.id – Sebanyak 17 juta orang di Shenzhen memulai hari pertamanya di bawah aturan karantina (lockdown) penuh pada Senin (14/3). Aturan pembatasan ini diperluas mulai dari Shanghai dan kota-kota besar lainnya guna memerangi wabah yang menantang strategi nihil toleransi Covid di seluruh Negeri Tirai Bambu.

Menurut laporan, pihak berwenang di pusat teknologi di kota Shenzhen selatan telah memberlakukan langkah-langkah pembatasan pada Minggu (13/3) untuk melawan gelombang varian Omicron di pabrik-pabrik dan lingkungan.

Advertisement

Hal ini terkait kedekatan jarak dengan Hong Kong yang telah mencatatkan kenaikan angka kematian setiap hari sejak virus corona merajalela.

Pemasok utama Apple, Foxconn pun menangguhkan operasionalnya di Shenzhen. Perusahaan beralasan pada Senin, bahwa aturan karantina tersebut bakal menyulitkan aktivitas-aktivitas ekonomi di seluruh pusat pabrik.

Baca juga: Anak Omicron (BA.2) Terdeteksi di Indonesia

Sebagai informasi, Shenzhen adalah salah satu dari sepuluh kota di seluruh negeri yang telah mengarantina semua penduduk. Padahal tindakan itu baru diberlakukan pada Senin di beberapa bagian pusat kegiatan penting lainnya, yaitu Dalian, Nanjing dan Tianjin, yang bertetangga dengan ibu kota.

Para pejabat kesehatan juga telah mengeluarkan peringatan, bahwa pembatasan yang lebih ketat dapat dilakukan. Hal ini menyusul lonjakan kekhawatiran atas ketahanan pendekatan nihil-Covid Tiongkok dalam menghadapi varian Omicron yang sangat menular.

Laporan pihak berwenang menyebutkan terdapat 2.300 kasus virus baru secara nasional pada Senin. Semenara pada hari sebelumnya jumlah kasus hampir 3.400 sehari dan merupakan angka harian tertinggi dalam dua tahun.

Baca juga: WHO: Varian Omicron Tidak Lebih Parah dari Varian Asli

“Ada banyak klaster skala kecil di desa-desa perkotaan dan pabrik- pabrik. Ini menunjukkan risiko tinggi penyebaran di komunitas, dan tindakan pencegahan lebih lanjut masih diperlukan,” demikian disampaikan pejabat kota Shenzhen Huang Qiang dalam jumpa pers, Senin, yang dilansir AFP.

Salah seorang penduduk menunjukkan foto-fot kepada AFP, di mana salah satu foto memperlihatkan pintu masuk kompleks perumahan yang diblokir oleh penghalang besar terbuat dari plastik.

Selain itu, para penduduk saling melemparkan lelucon di media sosial tentang kesibukan mereka untuk bergegas mengambil laptop dari kantor sebelum karantina berlaku. Dampak virus yang menyebar di Shenzhen membuat saham-saham teknologi berguguran di bursa Hong Kong pada Senin. Pasalnya, kondisi di Shenzhen – yang menjadi pusat operasi Foxconn, Huawei dan Tencent – telah membuat para investor ketakutan. (afp)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN