Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. (FOTO: ERIC BARADAT / AFP)

Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. (FOTO: ERIC BARADAT / AFP)

Jelang Pengumuman, Fed Siap Naikkan Suku Bunga untuk Mengendalikan Inflasi

Rabu, 16 Maret 2022 | 09:37 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

WASHINGTON, investor.id – Jelang pengumuman kebijakan, Bank sentral Amerika Serikat (AS) pada Rabu (16/3) siap untuk mengambil langkah pertama untuk menaikkan biaya pinjaman. Kebijakan ini merupakan upaya membatasi kenaikan inflasi sebelum melonjak di luar kendali.

Pertemuan dimulai sesuai jadwal pada Selasa (15/3) 1300 GMT waktu setempat dan pasar akan mendapatkan keputusan pada Rabu pukul 1900 GMT.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bank sentral akan mengumumkan keputusan suku bunga ketika pertemuan dua hari berakhir.

Gubernur Fed Jerome Powell mengatakan dirinya lebih suka meningkatkan suku bunga acuan sebesar 0,25 poin persentase dari level nol, yang diberlakukan sejak Maret 2020.

Baca juga: Rupiah Melemah Seiring Pasar Menanti Keputusan The Fed

Ini akan menjadi yang pertama dari serangkaian kenaikan, yang akan menarik kembali stimulus yang diterapkan pada awal pandemi Covid-19.

Federal Reserve (The Fed) harus melewati jalur berbahaya untuk memastikan upayanya tidak menggagalkan pemulihan dari pandemi Covid-19. Pasalnya, serangan Rusia ke Ukraina menimbulkan ketidakpastian baru dalam ekonomi yang terpukul oleh rantai pasokan dan kekurangan tenaga kerja.

“Tidak ada jawaban yang baik untuk itu dalam buku teks ekonomi mana pun,” kata mantan penasihat senior Fed David Wilcox kepada AFP, Rabu. Ia menekankan bahwa komunikasi dari bank sentral tentang kesediaannya untuk bertindak akan menjadi kunci dalam melakukan tindakan penyeimbangan.

Tangani Inflasi

Powell telah menyatakan keyakinannya bahwa inflasi akan mundur dalam beberapa bulan mendatang, karena masalah rantai pasokan dan kekurangan sudah terselesaikan di ekonomi terbesar dunia itu.

Tetapi penguncian terbaru di beberapa kota Tiongkok memengaruhi puluhan juta orang dan menutup pemasok utama raksasa teknologi Amerika Apple. Kondisi terbaru ini menunjukkan bahwa pandemi dan gangguannya belum berakhir.

Baca juga: Ekspektasi Pelaku Pasar Akan kebijakan The Fed, Harga Emas Turun

Regulator lebih siap untuk menangani inflasi yang terlalu tinggi daripada terlalu rendah, seperti yang terjadi pada dekade setelah krisis keuangan global 2008. Saat itu, inflasi dan lapangan kerja lambat untuk pulih.

Namun dengan indeks harga konsumen (CPI) tahunan tumbuh 7,9% pada Februari 2022, laju tercepatnya dalam empat dekade, bank sentral menghadapi kritik keras karena mengabaikan bahaya inflasi. Pihaknya dinilai bergerak terlalu lambat dalam menanggapi kenaikan harga mobil, perumahan, dan makanan.

Perang di Ukraina bersamaan dengan sanksi Barat terhadap Rusia telah membuat harga minyak melonjak, Meskipun harga sempat menurun pada Selasa (15/3) dan ditutup di bawah level US$ 100 per barel untuk pertama kalinya dalam tiga minggu.

Harus Menaikkan Suku Bunga

“Keterlambatan Federal Reserve dalam menaikkan suku bunga dan terus salah membaca inflasi, kebijakan moneter, dan fiskal sekarang diperumit oleh kejutan pasokan negatif yang ditimbulkan oleh serangan Rusia ke Ukraina,” kata Mickey Levy dari Berenberg Capital Markets.

Baca juga: The Fed Diperkirakan Sesuai Rencana Naikkan Suku Bunga Pekan Ini

“Bahkan tanpa lonjakan harga minyak dan komoditas, Fed salah dalam setiap hitungan,” tulis Levy dalam kolom di The Wall Street Journal. Ia mengatakan bahwa bank sentral harus mulai menaikkan suku bunga.

Tetapi Wilcox dari Institut Peterson untuk Ekonomi Internasional dan Ekonomi Bloomberg membenarkan kinerja The Fed. Ia mengatakan bahwa para pejabat bank sentral telah menyesuaikan diri dengan keadaan yang berubah.

Para ekonom memproyeksikan enam atau tujuh kenaikan suku bunga tahun ini dengan target di bawah 2%. Asumsinya, bank sentral akan menaikkan suku bunga seperempat poin.

Namun, Powell dan pembuat kebijakan lainnya telah menekankan bahwa mereka akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk menekan inflasi.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

BAGIKAN